LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat perbaikan ruas strategis Padang Cermin–Simpang Teluk Kiluan sepanjang 7,245 kilometer dengan anggaran Rp48,2 miliar. Proyek ini menjadi kunci membuka akses menuju destinasi unggulan seperti Teluk Kiluan hingga Pantai Gigi Hiu yang selama ini terkendala infrastruktur.
Perbaikan dilakukan dengan konstruksi beton semen setebal 20 cm, lapis pondasi bawah beton kurus 10 cm, serta bahu jalan (rabat) setebal 20 cm. Skema ini dipilih untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan pembangunan ruas tersebut didukung pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
“Ruas ini dibeton seluruhnya agar lebih kuat dan tahan lama. Ini bagian dari upaya kami menghadirkan infrastruktur yang berkualitas,” ujarnya Rabu (15/4).
Sejumlah wilayah terdampak langsung dari proyek ini, di antaranya Desa Hurun di Kecamatan Padang Cermin, Desa Sukajaya Punduh dan Kampung Baru di Kecamatan Marga Punduh, serta Desa Kota Jawa, Sukajaya Pidada, dan Bangun Rejo di Kecamatan Punduh Pidada.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ali Duhari, menyebut progres jalan mantap saat ini telah mencapai 83,80 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 100 persen setelah proyek rampung.
“Secara kontraktual selesai Agustus 2026, namun kami upayakan bisa dipercepat menjadi Juli 2026,” katanya.
Sebelumnya, kondisi jalan di kawasan tersebut kerap rusak akibat tingginya intensitas kendaraan berat, terutama truk pengangkut kayu. Warga setempat menyambut baik perbaikan dengan konstruksi beton yang dinilai lebih tahan lama.
Namun tantangan belum sepenuhnya selesai. Saat peninjauan lapangan menuju kawasan wisata Pantai Gigi Hiu di Kabupaten Tanggamus, rombongan gubernur masih menghadapi medan berat. Jalan berlumpur pascahujan menyebabkan sejumlah kendaraan tersendat, bahkan satu mobil harus didorong untuk bisa melintas.
Kondisi ini menegaskan pentingnya peningkatan akses menuju destinasi wisata yang memiliki potensi besar tersebut. Pemerintah daerah telah merancang pelebaran jalan hingga 14 meter lengkap dengan drainase di kedua sisi.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung, M Taufiqullah, mengungkapkan penanganan dilakukan bertahap. Tahun ini, dialokasikan Rp26 miliar untuk ruas Kiluan–Umbar sepanjang 6,6 kilometer dan Rp20 miliar untuk Umbar–Putih Doh sepanjang 5,8 kilometer.
Meski demikian, untuk mewujudkan jalan mulus di seluruh koridor wisata tersebut masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp127 miliar. “Selama ini ruas tersebut belum pernah tersentuh aspal. Penanganan saat ini baru tahap dasar agar bisa dilalui,” ujarnya.
Dengan perbaikan bertahap ini, pemerintah berharap konektivitas menuju kawasan wisata semakin baik, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Lampung di tingkat nasional.***












