Scroll untuk baca artikel
AdvertorialZona Bekasi

Wali Kota Bekasi Pastikan Seluruh Biaya Penanganan Korban Tabrakan Kereta Ditanggung Pemerintah

×

Wali Kota Bekasi Pastikan Seluruh Biaya Penanganan Korban Tabrakan Kereta Ditanggung Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melihat langsung kondisi korban tabrakan kereta di Bekasi Timur, di RSUD CAM, Kota Bekasi pada Senin malam (27/4)- foto doc

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan seluruh biaya penanganan korban kecelakaan tabrakan kereta api di wilayah Bekasi Timur akan ditanggung pemerintah. Kepastian itu disampaikan agar para korban dan keluarga dapat fokus pada proses pemulihan tanpa dibebani persoalan biaya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Wali Kota meninjau langsung korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Senin (27/4) malam.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Kami ingin korban fokus pada pemulihan. Soal penanganan dan kebutuhan lainnya, kami pastikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tegasnya.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan seluruh korban yang telah dievakuasi memperoleh pelayanan medis secara optimal.

Selain meninjau ruang perawatan, Wali Kota juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan manajemen rumah sakit terkait kesiapan fasilitas kesehatan.

BACA JUGA :  37,4% ASN WFA, Bekasi Klaim Pelayanan Tetap Normal

Pemerintah Kota Bekasi menekankan bahwa penanganan cepat menjadi prioritas, terutama bagi korban yang mengalami luka serius maupun trauma pascakejadian.

“Yang paling penting malam ini adalah memastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Pemerintah Kota Bekasi hadir untuk memastikan tidak ada yang terlewat, baik dari sisi medis maupun pendampingan keluarga,” ujar Tri Adhianto.

Selain pelayanan medis, Pemkot Bekasi juga membuka posko informasi bagi keluarga korban. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pencarian data korban, proses identifikasi, hingga koordinasi dengan rumah sakit tempat korban dirawat.

Keberadaan posko diharapkan dapat membantu keluarga yang masih mencari informasi terkait anggota keluarganya usai insiden tabrakan.

Di ruang rawat inap, Wali Kota menyapa satu per satu korban yang sedang menjalani perawatan. Sejumlah pasien tampak masih mengalami syok, sementara lainnya menderita luka akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

BACA JUGA :  Pj. Wali Kota Bekasi Monitoring Kesehatan Hewan Kurban ke Lapak Pendistribusian di Jatiasih

Salah seorang korban berinisial AB (34), yang mengalami luka di bagian kepala dan lengan, menceritakan situasi saat tabrakan terjadi.

“Saya lagi duduk, tiba-tiba keras banget benturannya. Lampu sempat mati, orang-orang panik. Saya langsung coba keluar, banyak yang bantu juga,” ujarnya dari tempat tidur perawatan.

Korban lainnya, SS (28), mengaku masih trauma atas peristiwa tersebut.

“Masih gemetar sampai sekarang. Tapi tadi petugas cepat bantu evakuasi, langsung dibawa ke sini,” katanya.

Empat Orang Meninggal, Puluhan Luka-luka

Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026) menewaskan empat orang dan menyebabkan puluhan penumpang menjalani perawatan medis.

BACA JUGA :  Polisi Temukan Jasad Termutilasi di Bekasi, Begini Kronologisnya!

Seluruh korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari penumpang KRL. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, mengatakan sebanyak 38 penumpang KRL telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

“Sebanyak 38 orang sudah dievakuasi dan empat orang teridentifikasi meninggal dunia. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Hingga kini, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif. Tim medis terus melakukan observasi lanjutan untuk memastikan tidak ada kondisi serius yang terlewat pasca kecelakaan.

Pemerintah Kota Bekasi menegaskan akan terus mendampingi korban dan keluarga sampai proses pemulihan selesai.***