Scroll untuk baca artikel
Ragam

Baru Juga Sah, Eh Langsung Hilang! Pengantin Kabur Viral di Sulut, Calon Istri di Pati Malah Check-In dengan Pacar

×

Baru Juga Sah, Eh Langsung Hilang! Pengantin Kabur Viral di Sulut, Calon Istri di Pati Malah Check-In dengan Pacar

Sebarkan artikel ini
foto ilustrasi pengantin

WawaiNEWS.ID — Dunia pernikahan Indonesia kembali menghadirkan drama yang membuat penghulu, keluarga, hingga netizen sama-sama kehilangan kata-kata.

Di saat sebagian pasangan sibuk memilih konsep dekorasi estetik dan prewedding cinematic, dua kisah viral justru menunjukkan bahwa masalah terbesar pernikahan kadang bukan gedung atau katering melainkan hati yang ternyata belum selesai dengan dirinya sendiri.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Satu kejadian terjadi di Minahasa Tenggara, ketika seorang pengantin pria mendadak kabur sesaat setelah ijab kabul dinyatakan sah.

Sementara di Pati, calon pengantin wanita malah menghilang tepat di hari akad dan akhirnya ditemukan polisi sedang bersama pria lain di hotel wilayah Jepara.

Dua kisah berbeda, tetapi satu benang merah, yakni akadnya siap, mentalnya belum tentu.

Pengantin Pria di Minahasa Tenggara Kabur Usai Kata “Sah”

Peristiwa pertama viral lewat video TikTok yang diunggah akun @Ferdian.

Dalam video tersebut terlihat prosesi akad nikah berjalan normal. Seorang pria mengenakan batik duduk berdampingan dengan mempelai wanita berpakaian putih.

BACA JUGA :  Mancing Ternyata Baik Buat Kesehatan, Ini Penjelasanya!

Ijab kabul berlangsung lancar. Kata “sah” pun terucap.

Namun beberapa detik setelah resmi menjadi suami, pria itu tiba-tiba berdiri dari kursinya dan pergi meninggalkan lokasi, padahal penghulu masih memimpin doa.

Mempelai wanita langsung histeris begitu menyadari suaminya mendadak menghilang.

Keluarga yang hadir tampak panik dan mencoba menenangkan suasana.

Peristiwa yang disebut terjadi pada 21 Mei 2026 itu langsung menjadi bahan perbincangan luas, khususnya di Sulawesi Utara.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak keluarga mengenai alasan sang pengantin pria memilih “kabur setelah halal”.

Netizen pun ramai berspekulasi.

Mulai dari dugaan tekanan mental, ketidaksiapan menikah, hingga komentar satir bahwa mungkin sang pria baru sadar setelah akad kalau menikah bukan sekadar ganti status Facebook.

Di Pati Lebih Dramatis: Calon Pengantin Wanita Kabur dengan Kekasih

Jika di Sulawesi Utara pengantin pria yang menghilang setelah akad, kisah di Pati justru tak kalah mengejutkan.

Seorang calon pengantin wanita berinisial NAS (19), warga Kecamatan Tlogowungu, dilaporkan kabur dari rumah tepat pada hari akad nikah.

BACA JUGA :  Kepribadian dan kecerdasan sesuai golongan darah, simak disini!

Keluarga langsung panik dan melapor ke Polsek Tlogowungu pada Kamis pagi (21/5/2026).

Kapolsek Tlogowungu, Mujahid, mengatakan pihaknya langsung bergerak bersama tim Resmob melakukan pencarian.

Hasil penyelidikan mengarah ke sebuah hotel di wilayah Jepara.

“Keduanya diamankan petugas pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 05.15 WIB di sebuah hotel wilayah Kabupaten Jepara,” ujar Mujahid.

Di hotel tersebut, polisi menemukan NAS bersama seorang pria berinisial DF (18) yang diduga merupakan kekasihnya.

Keduanya kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolresta Pati untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dua kejadian viral ini kembali memperlihatkan ironi hubungan modern.

Banyak pasangan sibuk mempersiapkan baju, make up, fotografer, dan konsep pelaminan, tetapi lupa memastikan satu hal paling mendasar, bahwa apakah benar-benar siap menikah.

Karena faktanya, akad nikah bukan konten TikTok yang bisa diulang kalau salah adegan.

Sekali sah, konsekuensinya panjang.

Psikolog keluarga menyebut banyak pasangan muda hari ini terjebak tekanan sosial untuk segera menikah, padahal komunikasi dan kesiapan mental belum matang.

Akibatnya, hubungan yang tampak manis di media sosial bisa runtuh bahkan sebelum resepsi selesai.

BACA JUGA :  Ridwan Kamil Menari Ronggeng Beken Bersama 3.000 Penari di Kota Bekasi

Fenomena ini juga memperlihatkan perubahan budaya relasi generasi muda.

Ada yang takut jujur sebelum menikah, tetapi justru membuat kekacauan saat hari H.

Ada yang memilih diam demi menjaga gengsi keluarga, tetapi akhirnya meninggalkan trauma yang jauh lebih besar.

Kapolsek Tlogowungu mengimbau masyarakat agar menyelesaikan persoalan pribadi dan keluarga dengan komunikasi yang baik agar tidak memicu keresahan sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas maupun kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi,” ujarnya.

Sementara netizen Indonesia, seperti biasa, bergerak lebih cepat dari konselor pernikahan.

Kolom komentar pun penuh humor satir:
“Belum sempat malam pertama, sudah latihan jadi duda.”
“Ini akad nikah atau gladi resik kabur?”
“Sah di penghulu, hilang di tikungan.”

Namun di balik semua candaan itu, dua peristiwa ini sebenarnya menyimpan pesan serius:

Bahwa pernikahan bukan sekadar soal siap memakai baju pengantin.

Tetapi tentang kesiapan bertahan setelah tepuk tangan tamu undangan selesai.***