Scroll untuk baca artikel
HUKRIM

Aksi Ganjal ATM Berakhir Dramatis, 3 Pelaku Ditembak Saat Kabur

×

Aksi Ganjal ATM Berakhir Dramatis, 3 Pelaku Ditembak Saat Kabur

Sebarkan artikel ini
Ketiga pelaku berinisial AN, IRA, dan MH kini telah diamankan polisi, (foto_dok)

TANGERANG – Rasa aman masyarakat saat mengambil uang di mesin ATM kembali terusik. Aksi komplotan pengganjal ATM yang diduga telah berulang kali menguras rekening nasabah akhirnya berakhir setelah tiga pelaku ditembak polisi saat berusaha kabur usai kepergok beraksi di kawasan RS Buah Hati, Pamulang, Tangerang Selatan.

Ketiga pelaku berinisial AN, IRA, dan MH kini telah diamankan polisi. Mereka diduga merupakan bagian dari komplotan yang selama ini menyasar nasabah pada jam-jam sibuk pagi hari, ketika banyak orang berangkat bekerja atau menjalankan aktivitas.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil penyelidikan setelah polisi menerima banyak laporan masyarakat yang kehilangan uang usai bertransaksi di mesin ATM.

“Masyarakat itu sering kehilangan uang. Laporan yang masuk ke Polsek Pamulang juga sudah banyak,” ujar Galuh, Jumat (31/7/2026).

BACA JUGA :  Terjebak Modus MiChat, Pria Dirampok Komplotan Bersenjata Pistol? Empat Pelaku Dibekuk Polisi

Polisi Pelajari Pola, Pelaku Akhirnya Terjebak

Banyaknya laporan membuat polisi mulai memetakan pola kejahatan tersebut.

Hasil penyelidikan menunjukkan para pelaku hampir selalu beraksi pada rentang pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, waktu ketika aktivitas nasabah sedang padat dan pengawasan di sekitar mesin ATM cenderung lengah.

Dari situ, polisi menyusun strategi hingga akhirnya berhasil memergoki para pelaku saat beraksi di gerai ATM kawasan RS Buah Hati, Kamis (30/7).

Aksi penangkapan berlangsung dramatis.

Dalam video yang beredar, para pelaku sempat dikejar warga. Salah seorang pelaku bahkan terlihat terjatuh setelah ditendang massa. Teriakan “tembak… tembak!” terdengar ketika polisi berupaya menghentikan pelaku yang berusaha melarikan diri.

Menurut Galuh, petugas akhirnya memberikan tindakan tegas terukur karena para pelaku melakukan perlawanan dan membawa senjata tajam.

“Pelaku sempat melawan dan melarikan diri sehingga kami mengambil tindakan tegas secara terukur,” katanya.

BACA JUGA :  Polsek Talangpadang, Sita Belasan Botol Miras Saat Ramadhan

Modus Lama yang Masih Memakan Korban

Polisi mengungkap, komplotan tersebut menjalankan aksi dengan pembagian tugas yang rapi.

Satu orang bertugas mengganjal slot kartu ATM agar kartu korban tidak dapat keluar dari mesin.

Saat korban panik, pelaku lain datang berpura-pura menjadi orang baik yang menawarkan bantuan.

Dalam situasi itulah pelaku diduga berupaya mengetahui PIN korban atau menguasai kartu ATM, sebelum akhirnya menguras isi rekening.

Sementara seorang pelaku lainnya bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi agar aksi berjalan lancar.

“Ada yang mengganjal mesin ATM, ada yang menawarkan bantuan kepada warga, dan ada yang memantau situasi di depan,” jelas Galuh.

Barang Bukti Diamankan

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa:

  • Dua unit sepeda motor
  • Satu kartu ATM BCA
  • Dua bilah pisau
  • Sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan aksi kejahatan
BACA JUGA :  Dinas PUPR Tanggamus Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan, Ini Uraian Dugaan Kongkalikongnya

Keberadaan senjata tajam tersebut memperlihatkan bahwa aksi para pelaku bukan sekadar penipuan biasa, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan korban apabila terjadi perlawanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi di mesin ATM.

Menurutnya, modus mengganjal kartu masih sering digunakan pelaku karena memanfaatkan kepanikan korban.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat bertransaksi di mesin ATM,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal ketika kartu ATM tiba-tiba tersangkut.

Jika mengalami kejadian serupa:

  • Jangan memberitahukan PIN kepada siapa pun.
  • Segera hubungi layanan resmi bank melalui nomor yang tertera di mesin ATM atau kartu.
  • Blokir kartu apabila diduga telah dikuasai orang lain.
  • Laporkan kepada polisi jika menemukan modus serupa.