Scroll untuk baca artikel
LAMPUNG

Malam Mencekam di Lampung Utara, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Pohon Ayunan

×

Malam Mencekam di Lampung Utara, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Pohon Ayunan

Sebarkan artikel ini
Jajaran Satreskrim Polres Lampung Utara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, (foto_lpost)

LAMPUNG UTARA – Suasana malam di Desa Cempaka Timur, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, mendadak berubah mencekam. Seorang bocah berusia 10 tahun berinisial DG ditemukan meninggal dunia di area bermain yang selama ini menjadi tempat anak-anak sekitar bermain ayunan. Tragedi itu terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

DG yang masih duduk di kelas III sekolah dasar diduga mengalami kecelakaan saat bermain seorang diri di bawah pohon yang biasa digunakan sebagai lokasi bermain anak-anak. Kabar duka itu pertama kali terungkap setelah keluarga menyadari DG belum juga pulang meski malam telah larut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kakak korban kemudian berinisiatif mencari keberadaan adiknya ke sejumlah lokasi di sekitar permukiman. Salah satu tempat yang didatangi adalah area pohon ayunan yang memang biasa digunakan DG dan anak-anak lainnya untuk bermain.

Sesampainya di lokasi, suasana justru berubah menjadi kepanikan. Kakak korban memanggil nama DG, tetapi tidak mendapat jawaban. Saat memeriksa area tersebut, ia mendapati adiknya dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Panik, sang kakak langsung meminta pertolongan warga. Teriakannya membuat warga sekitar berdatangan dan berupaya memberikan pertolongan serta mengevakuasi korban. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa DG.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Jajaran Satreskrim Polres Lampung Utara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

BACA JUGA :  Dua Terduga Curat di Wilayah Ketapang, Diringkus Polisi

Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan indikasi bekas kekerasan pada tubuh korban.

“Jadi memang pohon itu biasa untuk bermain anak-anak. Di pohon itu ada tali tambang yang biasa untuk ayunan, namun malam itu korban ini bermain sendirian,” ujar Ivan, Sabtu (8/8/2026).

Menurut kepolisian, DG diduga mengalami kecelakaan saat bermain. Tali yang terpasang pada pohon tersebut diduga menyebabkan korban mengalami kondisi fatal.

Polisi memastikan tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan dalam pemeriksaan awal. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah DG diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

BACA JUGA :  Aduan Pengecoran Solar Bersubsidi Lewat Facebook di Tanggamus Mendapat Respons, Polisi Turun Tangan

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Area yang selama ini dikenal sebagai tempat anak-anak bermain justru menjadi lokasi terjadinya musibah yang merenggut nyawa seorang anak.

Polisi pun mengingatkan para orang tua agar tidak menganggap sepele aktivitas bermain anak, terutama ketika dilakukan tanpa pengawasan orang dewasa dan saat hari mulai gelap.

“Kami turut berduka atas peristiwa ini. Dan untuk orang tua, peristiwa ini menjadi pelajaran kita semua agar selalu memperhatikan anak-anak kita saat bermain,” kata Ivan. ***