LAMPUNG TIMUR — Urusan pajak tampaknya tidak ingin dibiarkan berjalan dengan prinsip “ingat pajak kalau sudah jatuh tempo”. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mulai memperkuat koordinasi dengan otoritas perpajakan untuk mendorong kepatuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penerimaan yang menopang pembangunan daerah.
Langkah itu terlihat dalam audiensi antara Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Metro Matheus Setiyono di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lampung Timur.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial atau silaturahmi dengan suguhan kopi dan foto bersama. Di balik meja audiensi, ada pekerjaan rumah yang jauh lebih serius: bagaimana membangun kesadaran masyarakat dan pelaku usaha agar kewajiban perpajakan dipenuhi secara tertib, sekaligus bagaimana penerimaan pajak dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Dalam arahannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi terhadap sinergi dan komunikasi yang selama ini terjalin antara Pemkab Lampung Timur dan KPP Pratama Metro.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam meningkatkan kesadaran perpajakan.
Kolaborasi dengan instansi terkait diperlukan untuk memperkuat edukasi, meningkatkan kepatuhan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya memenuhi kewajiban pajak.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sangat mengapresiasi sinergi yang selama ini telah terjalin. Kami berharap koordinasi ini dapat terus diperkuat sehingga berbagai program dan upaya peningkatan kepatuhan perpajakan dapat berjalan dengan baik,” ujar Ela.
Pesannya sederhana, tetapi dampaknya tidak sederhana: pajak harus dibayar bukan hanya karena takut ditagih, tetapi karena masyarakat memahami bahwa penerimaan tersebut kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
Bupati menegaskan bahwa audiensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin antarlembaga.
Lebih dari itu, pertemuan harus menghasilkan langkah konkret yang dapat mendukung peningkatan pendapatan sekaligus pembangunan di Kabupaten Lampung Timur.
Penerimaan pajak memiliki posisi penting dalam mendukung berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas instansi, termasuk pertukaran informasi, edukasi perpajakan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat.
Sebab, pembangunan membutuhkan anggaran. Dan anggaran tentu tidak turun dari langit.
Di titik inilah pajak menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan.
Ela juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur siap mendukung berbagai upaya KPP Pratama Metro dalam meningkatkan pelayanan perpajakan kepada masyarakat.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antarlembaga harus terus diperbaiki agar persoalan perpajakan dapat ditangani secara lebih efektif.
“Kita berharap ke depan komunikasi dan koordinasi semakin baik. Dengan sinergi yang kuat, tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Lampung Timur,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan tidak semata-mata soal mengejar angka.
Pelayanan yang mudah dipahami, informasi yang terbuka, serta edukasi yang sampai kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepatuhan.
Karena kalau masyarakat hanya tahu “bayar pajak”, tetapi tidak tahu caranya, ke mana harus bertanya, dan apa manfaatnya, jangan heran jika kepatuhan akhirnya hanya menjadi jargon di spanduk.
Sementara itu, Kepala KPP Pratama Metro Matheus Setiyono menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Audiensi tersebut diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam bidang perpajakan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan diwarnai diskusi mengenai berbagai hal terkait perpajakan serta optimalisasi penerimaan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang rapat, melainkan diterjemahkan menjadi program dan koordinasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pertemuan Pemkab Lampung Timur dengan KPP Pratama Metro pada akhirnya membawa satu pesan utama: urusan pajak membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah daerah membutuhkan penerimaan untuk menjalankan pembangunan dan pelayanan. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan pelayanan perpajakan yang semakin mudah, jelas, dan responsif.
Karena itu, penguatan koordinasi antara Pemkab Lampung Timur dan KPP Pratama Metro menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perpajakan yang lebih sehat.
Target akhirnya bukan sekadar membuat angka penerimaan terlihat cantik di atas kertas.
Yang lebih penting, kepatuhan meningkat, pelayanan semakin baik, penerimaan lebih optimal, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, pajak bukan sekadar urusan membayar dan menerima bukti pembayaran.
Pajak adalah salah satu bahan bakar pembangunan. Tinggal bagaimana bahan bakar itu dikumpulkan dengan cara yang tertib, dikelola dengan baik, dan benar-benar terasa hasilnya oleh masyarakat Lampung Timur.***












