Scroll untuk baca artikel
NASIONAL

Alarm Bahaya untuk Prabowo! Survei SMRC Ungkap Kepuasan Publik Turun, Fernando Emas: Copot Menteri yang Jadi Beban

×

Alarm Bahaya untuk Prabowo! Survei SMRC Ungkap Kepuasan Publik Turun, Fernando Emas: Copot Menteri yang Jadi Beban

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo saat pidato dalam peringatan May Day 2026

JAKARTA – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memunculkan beragam tanggapan dari kalangan pengamat politik.

Salah satunya datang dari Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, yang menilai hasil survei tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Presiden Prabowo, baik terhadap kinerja Kabinet Merah Putih maupun pola kepemimpinan pemerintah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Berdasarkan hasil survei SMRC yang dikutip Fernando, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo disebut turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Menurut Fernando, penurunan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal yang perlu dibaca secara serius oleh pemerintah.

BACA JUGA :  KNKT Dugaan Awal: ATR IAT Hantam Gunung, Pilot Masih Kendalikan Pesawat

“Sudah seharusnya hasil survei tersebut menjadi rujukan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh tim anggota Kabinet Merah Putih dan gaya kepemimpinannya,” ujar Fernando dalam keterangan tertulis.

Ia mengaku tidak terkejut dengan hasil survei tersebut karena, menurut penilaiannya, angka itu sejalan dengan dinamika politik dan kinerja pemerintahan selama beberapa bulan terakhir.

Fernando juga menilai cara pemerintah merespons kritik publik perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, kritik seharusnya dipandang sebagai bagian dari mekanisme demokrasi dan bahan perbaikan kebijakan, bukan semata-mata sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah.

Desak Evaluasi dan Reshuffle Kabinet

Fernando berpendapat Presiden Prabowo perlu melakukan evaluasi terhadap para menteri yang dinilai tidak menunjukkan kinerja optimal.

BACA JUGA :  Desakan Pencabutan RUU HIP Terus Bergulir

Ia menyarankan agar evaluasi difokuskan pada pejabat yang dianggap lebih banyak disibukkan oleh agenda politik maupun kepentingan partai dibandingkan pelaksanaan program pemerintahan.

“Termasuk melakukan reshuffle terhadap para anggota kabinet yang berkinerja buruk atau lebih sibuk mengurus partai maupun melakukan manuver politik menuju kontestasi 2029,” katanya.

Menurut Fernando, langkah tersebut penting agar pemerintah dapat kembali meningkatkan kepercayaan publik dan memastikan program-program prioritas berjalan lebih efektif.

Hasil survei opini publik lazim digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Namun, survei bukan merupakan satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintahan karena penilaiannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, pelayanan publik, hingga dinamika politik nasional.

BACA JUGA :  Jokowi Kembali Tinjau Korban Gempa Cianjur, Pastikan Penanganan Maksimal

Sedikit refleksi yang menarik, dalam dunia politik, angka survei sering kali bekerja seperti rapor tengah semester. Nilainya bisa naik, bisa turun, tetapi yang paling penting bukan sekadar melihat angkanya, melainkan bagaimana pemerintah membaca kritik dan mengubahnya menjadi perbaikan kebijakan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan terkait pernyataan Fernando Emas mengenai hasil survei tersebut maupun usulan evaluasi dan perombakan Kabinet Merah Putih.

Catatan Redaksi: Pernyataan mengenai perlunya evaluasi kabinet, reshuffle, maupun penilaian terhadap gaya kepemimpinan Presiden Prabowo merupakan pandangan narasumber, bukan kesimpulan redaksi Wawai News. Sementara itu, data mengenai tingkat kepuasan publik merujuk pada hasil survei SMRC sebagaimana disampaikan oleh narasumber.***