LAMPUNG TIMUR — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Timur memasuki babak baru. Azwar Hadi resmi dilantik sebagai Ketua PMI Lampung Timur masa bakti 2026–2031 bersama jajaran pengurus lainnya di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Kamis (10/9/2026).
Pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan. PMI dituntut bergerak lebih cepat menghadapi dua kebutuhan kemanusiaan yang tak mengenal waktu: darah dan bencana.
Ketua PMI Lampung Timur Azwar Hadi menegaskan, jabatan tersebut merupakan amanah pengabdian, bukan sekadar posisi organisasi.
“Kepercayaan yang diberikan kepada kami hari ini bukanlah sebuah jabatan untuk dibanggakan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan dedikasi,” ujar Azwar.
Ia meminta seluruh pengurus memperkuat konsolidasi dan memperluas kolaborasi dengan Pemkab Lampung Timur, dunia usaha, komunitas, relawan serta masyarakat.
Menurutnya, PMI harus hadir dalam penanggulangan bencana, pelayanan darah hingga berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.
Stok Darah Jadi Pekerjaan Rumah
Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Provinsi Lampung Achmad Chrisna Putra mengingatkan PMI Lampung Timur agar tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga tangguh menghadapi bencana dan aktif menggerakkan donor darah.
“Potensi rawan bencana itu tetap ada dan tidak pernah mengenal waktu dan tempat,” tegas Chrisna.
Ia juga mendorong penguatan pembinaan PMR, Tenaga Sukarela (TS) dan Korps Sukarela (KSR), sekaligus memperluas gerakan donor darah.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan dukungan Pemkab terhadap PMI, terutama dalam memastikan ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,15 juta jiwa, kebutuhan darah Lampung Timur dinilai harus dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Tahun depan kita tambah lagi dua unit supaya bisa menambah stok darahnya,” ungkap Ela.
Ia meminta donor darah tidak berhenti pada kegiatan di lingkungan Pemkab, tetapi diperluas hingga kecamatan dan komunitas masyarakat.
“Pemerintah Daerah siap untuk bersinergi dan berkolaborasi,” tegasnya.
Ela juga meminta Dinas Kesehatan, rumah sakit dan PMI memperkuat koordinasi, mulai dari donor, pengelolaan hingga penyimpanan darah.
Kini tantangannya jelas: kepengurusan baru PMI Lampung Timur tidak cukup hanya sibuk saat pelantikan. Ukurannya adalah seberapa cepat mereka hadir ketika darah dibutuhkan dan seberapa siap bergerak ketika bencana datang.
Dengan masa bakti 2026–2031, PMI Lampung Timur diharapkan semakin solid, responsif dan mampu menjangkau kebutuhan kemanusiaan hingga pelosok daerah.***












