TANJUNGPINANG – Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjungpinang (STTI) menegaskan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh teori, tetapi juga oleh mental dan keberanian. Hal itu mengemuka dalam kuliah umum kewirausahaan yang digelar pada Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang diinisiasi oleh dosen kewirausahaan, Mulyadi Tan, sebagai upaya mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia bisnis.
Menurut Mulyadi, pembelajaran kewirausahaan harus melampaui ruang kelas. Mahasiswa perlu memahami dinamika nyata usaha, termasuk tantangan dan kegagalan yang sering kali tidak tergambar dalam teori.
“Mahasiswa tidak hanya perlu tahu konsep bisnis, tapi juga perlu mendengar cerita nyata tentang perjuangan, kegagalan, dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya.
Dalam kuliah umum tersebut, STTI menghadirkan praktisi usaha lokal, Miminhelmet, yang dikenal sebagai pengusaha di balik brand kopi Kopiway.
Kehadiran pelaku usaha ini menjadi bagian penting dalam metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa dapat belajar langsung dari perjalanan nyata seorang entrepreneur.
Miminhelmet membagikan kisah jatuh bangun dalam membangun usaha, termasuk momen hampir menyerah sebelum akhirnya mampu bertahan dan berkembang.
“Hari ini saya berdiri bukan sebagai orang paling pintar, tetapi sebagai orang yang pernah hampir berhenti,” ungkapnya.
STTI menilai bahwa tantangan terbesar dalam berwirausaha bukan hanya soal modal atau ide, tetapi ketahanan mental.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa:
- Kegagalan adalah bagian dari proses
- Keberanian mengambil risiko adalah kunci
- Konsistensi lebih penting dari sekadar rencana besar
“Kita ingin mahasiswa melihat bahwa sukses itu ada prosesnya. Yang penting adalah tetap melangkah,” kata Mulyadi.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari strategi STTI dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digelar dengan menghadirkan lebih banyak praktisi dari berbagai sektor usaha.
Pendekatan ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa
- Menciptakan lulusan yang mandiri
- Mendorong lahirnya startup lokal***












