Scroll untuk baca artikel
BudayaLampung

Gubernur Lampung Disambut Prosesi Adat Kenuy Melayang di Situs Pugung Raharjo

×

Gubernur Lampung Disambut Prosesi Adat Kenuy Melayang di Situs Pugung Raharjo

Sebarkan artikel ini
Setibanya di kawasan cagar budaya tersebut, gubernur menerima penyematan Kenuy Melayang, simbol penghormatan tertinggi dari Keratuan Darah Putih, (foto_jali)

LAMPUNG TIMUR – Kunjungan kerja Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ke Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, diwarnai prosesi adat penuh makna. Setibanya di kawasan cagar budaya tersebut, gubernur menerima penyematan Kenuy Melayang, simbol penghormatan tertinggi dari Keratuan Darah Putih.

Penyematan dilakukan oleh tokoh budaya Sekappung Limo Migo, Ibrahim Restusaka, yang mendapat amanah dari Keratuan Darah Putih untuk mewakili masyarakat adat menyambut tamu kehormatan. Prosesi berlangsung di gerbang masuk kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo sebelum gubernur dan rombongan memulai agenda kunjungan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ibrahim Restusaka menjelaskan bahwa Kenuy Melayang bukan sekadar atribut adat, melainkan lambang penghormatan yang diwariskan turun-temurun oleh Keratuan Darah Putih. Tradisi tersebut masih dijaga oleh masyarakat adat Sekappung Limo Migo yang merupakan bagian dari Marga Sekampung dalam wilayah adat Keratuan Pugung.

BACA JUGA :  Sebut Defisit Anggaran Rp1,7 T, Arinal Dianggap Buat Hoaks Pertama Menjabat Gubernur

“Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan kepada tamu yang datang sekaligus wujud komitmen masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya leluhur,” ujar Ibrahim.

Sebelum tiba di Pugung Raharjo, Rahmat Mirzani Djausal juga melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah wilayah budaya di Lampung Timur serta berdialog dengan para tokoh adat sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya daerah.

Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Timur, Forkopimcam Sekampung Udik, Ketua Umum Bela Budaya Mulyono, unsur TNI-Polri, serta jajaran Balai Pelestarian Kebudayaan. Turut hadir Juru Pelihara Taman Purbakala Pugung Raharjo, Widi Prastyo.

BACA JUGA :  "Di Saat Banyak Orang Lupa Leluhur dan Hafal Influencer, Sekappung Limo Migo Justru Bangkitkan Warisan Lampung"

Di hadapan tokoh adat dan masyarakat, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh mengesampingkan pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat Lampung.

“Kita berbicara masa depan, tetapi juga harus melihat dari mana kita berasal. Budaya adalah pondasi yang menjaga karakter masyarakat. Kalau budayanya hilang, maka identitas Lampung juga akan hilang,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan Pugung Raharjo sebagai desa wisata berbasis budaya. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki kekayaan sejarah dan nilai arkeologi yang besar sehingga layak menjadi pusat edukasi kebudayaan sekaligus destinasi wisata unggulan.

BACA JUGA :  Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Lampung Tengah Sumbang Ribuan Ton Gabah

Pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal itu diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Menutup kunjungannya, gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Lampung. Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga pelestarian budaya akan menjadi kunci menjaga warisan sejarah sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Penyematan Kenuy Melayang kepada Gubernur Lampung pun menjadi simbol eratnya hubungan pemerintah dengan masyarakat adat, sekaligus penegasan bahwa pelestarian budaya tetap menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Provinsi Lampung. ***