Scroll untuk baca artikel
LINTAS DAERAH

Hari Ketujuh Pencarian Andreas Lingsing di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil, Keluarga Sudah Gelar Tahlian dan Mulai Ikhlas

×

Hari Ketujuh Pencarian Andreas Lingsing di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil, Keluarga Sudah Gelar Tahlian dan Mulai Ikhlas

Sebarkan artikel ini
tangkapan layar detik-detik Adreas lompak batas pagar KMP Kirana II dan terjun ke laut, pada 29 Juli 2026 - foto dok

JAKARTA – Laut masih menyimpan misteri tentang keberadaan Andreas Lingsing (26), penumpang KMP Kirana II yang dilaporkan terjun ke laut saat pelayaran dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni pada Rabu (29/7/2026).

Memasuki hari ketujuh pencarian, Selasa (4/8/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Di sisi lain, keluarga korban di Lampung, mulai mencoba menerima kenyataan. Informasi yang dihimpun Wawai News, keluarga telah menggelar tahlilan tujuh hari sebagai bentuk doa sekaligus harapan agar Andreas segera ditemukan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Meski demikian, keluarga masih berharap kepastian mengenai keberadaan Andreas. Bagi mereka, penantian yang panjang adalah ujian yang tidak mudah dijalani.

BACA JUGA :  Dedi Mulyadi Resmi Ditetapkan Jadi Gubernur Jabar

Berdasarkan laporan Basarnas, operasi pencarian terus dilakukan sejak korban dilaporkan terjatuh di sekitar perairan Pulau Tempurung, jalur penyeberangan Merak–Bakauheni.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian.

“Pencarian hari kelima tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area pencarian seluas 263 mil laut persegi dengan total lintasan mencapai 130 mil laut,” kata Rizky dalam keterangannya dikutip Wawai News, Senin (3/8/2026).

Selain penyisiran melalui jalur laut, Basarnas juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Lampung, Stasiun Vessel Traffic Service (VTS) Merak, Polair Banten, Lanal Banten, serta PT ASDP Indonesia Ferry untuk memantau kemungkinan keberadaan korban.

BACA JUGA :  Warga Jabar Diimbau Jaga Kondusivitas Saat Konvoi Persib 25 Mei

“Koordinasi dilakukan guna memperoleh informasi terbaru terkait kemungkinan keberadaan korban. Namun hingga pencarian terakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Peristiwa yang menimpa Andreas sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTV) kapal dan videonya sempat beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Andreas terlihat beberapa kali berjalan mondar-mandir di area geladak kendaraan sambil memegang telepon genggam. Ia sempat berhenti di beberapa titik sebelum akhirnya berada di dekat pagar pembatas kapal. Tak lama kemudian, ia terjatuh ke laut.

Peristiwa itu langsung memicu kepanikan di atas kapal. Sejumlah penumpang dan awak kapal bergegas menuju sisi kapal setelah mengetahui ada seseorang yang jatuh ke perairan.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Klarifikasi Soal OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq: “Saya Baru Tahu Paginya”

Kepala Tim SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, sebelumnya menjelaskan lokasi kejadian berada di wilayah perairan Merak sehingga operasi pencarian dipimpin oleh Basarnas Banten. Namun, Basarnas Bakauheni tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus ke wilayah perairan Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, keluarga Andreas hanya berharap satu hal: mendapatkan kepastian.

Di balik luasnya Selat Sunda yang setiap hari dilintasi ribuan penumpang kapal, ada satu keluarga yang kini hanya menunggu kabar. Bukan lagi tentang kapan Andreas pulang, melainkan kepastian yang dapat mengakhiri penantian panjang mereka.***