Scroll untuk baca artikel
Olahraga

KONI Gandeng Primaya Hospital Bekasi Timur: Atlet Siap Tempur, Cedera pun Tak Boleh Ngambek

×

KONI Gandeng Primaya Hospital Bekasi Timur: Atlet Siap Tempur, Cedera pun Tak Boleh Ngambek

Sebarkan artikel ini
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi resmi meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Primaya Hospital Bekasi Timur, Selasa (9/12) - foto doc

BEKASI – Demi memastikan para atlet Kota Patriot tidak hanya tampil tapi juga tampil maksimal, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi resmi meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Primaya Hospital Bekasi Timur. Intinya sederhana: atlet harus sehat, bugar, dan kalaupun jatuh jatuhnya di tempat yang bisa langsung ditangani dokter.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi yang juga menjabat Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama manajemen Primaya Hospital. Kerja sama ini menjadi “senjata medis” resmi bagi kontingen Bekasi yang tahun ini mengusung lebih dari 15 ribu atlet. Jumlah yang, kalau disuruh jogging bareng, mungkin bisa bikin CFD pindah hari.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“MoU ini bentuk komitmen pemerintah dan KONI untuk memastikan kesehatan atlet. Kita punya lebih dari 15 ribu atlet yang akan bertanding, semua harus mendapat layanan medis terbaik agar tetap on fire di setiap pertandingan,” ujar Tri, menegaskan bahwa menjadi atlet itu bukan hanya soal otot, tapi juga soal akses ke dokter yang mumpuni.

Kerja sama ini juga menggarisbawahi layanan kesehatan inklusif bagi atlet penyandang disabilitas mulai dari rehabilitasi, fisioterapi, sampai pemulihan cedera yang ditargetkan tidak hanya cepat, tapi juga tepat.

Pemerintah Kota Bekasi mengklaim fasilitas pendukung terus ditingkatkan agar semua atlet, tanpa kecuali, mendapat standar perawatan yang sama: standar tinggi.

BACA JUGA :  Chelsea berhasil menjuarai Liga Europa

Tri kembali menegaskan ambisi besar: Bekasi sebagai Sport City. Mimpi besar itu diiringi pembangunan infrastruktur mulai dari gedung olahraga 6 lantai yang diklaim “siap rampung bulan ini”, hingga pengembangan gedung futsal dan tenis 4 lantai di koridor Ahmad Yani yang ditargetkan selesai pada 2026.

Belum cukup, pemerintah juga mulai menyentuh fasilitas publik: jogging track direhabilitasi, ruang olahraga umum ditata ulang, dan ruang-ruang terbuka diarahkan jadi arena berkeringat massal.

Targetnya? Olahraga bukan lagi hobi dadakan, tapi gaya hidup penduduk Bekasi kalau bisa dari yang biasanya mager jadi minimal gerak dikitlah.

Menurut Tri, pengembangan dunia olahraga tidak berhenti pada prestasi. Kota Bekasi tengah membidik potensi turunan: ekonomi, investasi, hingga wisata olahraga.

BACA JUGA :  FIFA Resmi Batalkan Indonesia sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Piala Dunia U-20

“Kita ingin olahraga jadi bagian dari pariwisata dan ekonomi kota. Infrastruktur dan kesehatan atlet kita siapkan agar Bekasi jadi pilihan utama penyelenggaraan event besar,” ujar Tri, menyiratkan bahwa suatu hari nanti, orang akan datang ke Bekasi bukan hanya buat mampir ke mal, tapi juga buat nonton kejuaraan.

Dengan MoU ini, Bekasi mencoba membuktikan bahwa prestasi besar tidak lahir dari doa saja, tapi dari kombinasi latihan keras, manajemen serius, dan dokter yang selalu stand by kalau ada engkel tiba-tiba bunyi “krek”.***