Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Persib Selangkah Lagi Juara, Wagub Jabar Ingatkan Bobotoh: “Rayakan Kemenangan, Jangan Stadion Jadi Arena Kembang Api”

×

Persib Selangkah Lagi Juara, Wagub Jabar Ingatkan Bobotoh: “Rayakan Kemenangan, Jangan Stadion Jadi Arena Kembang Api”

Sebarkan artikel ini
DERBY BEKASI : Pelatih Persikasi U-17, Abdullah Syafei menyambut kemenangan tim asuhannya setelah menang 5-3 lewat drama adu penalti dari PCB Persipasi Kota Bekasi di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (19/11/21).

BANDUNG — Aroma pesta juara mulai terasa di Kota Bandung jelang laga terakhir BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Namun di tengah euforia yang makin memuncak, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai pasang alarm: menang boleh, rusuh jangan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan secara khusus mengingatkan Bobotoh agar tetap menjaga situasi kondusif selama pertandingan berlangsung. Sebab dalam sepak bola modern, kemenangan tak hanya ditentukan skor di papan, tetapi juga kedewasaan suporternya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Bobotoh dipersilakan datang ke GBLA dan mendukung Persib. Tapi jaga diri, jaga nama baik, dan hindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun klub,” ujar Erwan usai rapat koordinasi di Gedung Sate, Selasa (19/5/2026).

BACA JUGA :  Putus Tranmisi Kemiskinan, Jabar Ditarget Punya 30 Sekolah Rakyat

Imbauan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, pesta sepak bola di Indonesia kerap berubah jadi “festival flare”, petasan, hingga aksi turun ke lapangan yang lebih mirip rebutan konser gratis ketimbang pertandingan profesional.

Karena itu, Pemprov Jabar menegaskan larangan menyalakan flare dan petasan di dalam stadion. Selain membahayakan penonton lain, aksi tersebut juga berpotensi menyeret klub terkena sanksi.

“Jangan menyalakan petasan dan flare karena membahayakan diri sendiri, orang lain, dan bisa berdampak sanksi bagi klub,” tegas Erwan.

Ia juga meminta Bobotoh tidak nekat turun ke lapangan usai pertandingan. Sebab selain mengganggu jalannya laga, aksi invasi lapangan berisiko memicu kericuhan hingga cedera.

BACA JUGA :  Gunung Bukan Kavling: KDM Tegur Manusia, Alam Sudah Lelah

“Kalau merayakan kemenangan, lakukan dengan hormat. Beri ruang kepada tim dan pemain dengan apresiasi yang positif,” katanya.

Peringatan itu terasa relevan karena pertandingan kontra Persijap diprediksi menjadi salah satu laga paling emosional musim ini. Persib hanya tinggal selangkah lagi mengunci gelar juara, sementara ribuan Bobotoh dipastikan memadati kawasan GBLA.

Atmosfer panas sudah mulai terasa beberapa hari sebelum pertandingan. Tiket diburu suporter, atribut biru memenuhi jalanan Bandung, dan media sosial mulai dibanjiri narasi “Wilujeng Sumping Piala”.

Namun di balik euforia itu, aparat dan pemerintah justru sedang bekerja ekstra keras agar pesta sepak bola tidak berubah menjadi malam penuh sirene dan kemacetan total.

BACA JUGA :  Cegah Bencana, Pemdaprov Jabar Siapkan Pergub Larangan Alih Fungsi Lahan

Rapat koordinasi yang dipimpin Wagub Jabar melibatkan banyak pihak, mulai dari PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan hingga Dinas Lingkungan Hidup.

Ya, bahkan urusan sampah dan flare kini masuk agenda serius sepak bola modern.

Selain soal keamanan, Erwan juga mewanti-wanti masyarakat yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan datang ke stadion. Sebab kapasitas GBLA terbatas dan potensi penumpukan massa di luar stadion bisa menimbulkan masalah baru.

“Yang tidak punya tiket jangan memaksakan diri datang ke stadion,” ujarnya.

Imbauan itu seolah menjadi pesan penting bahwa loyalitas suporter tidak harus selalu dibuktikan dengan memanjat pagar stadion atau memaksa masuk tanpa tiket.