Petugas Haji Daerah Kota Bekasi Mundur Setelah Lolos Seleksi, Ternyata Karena Hal Ini

ilustrasi Haji- Kerajaan Arab Saudi mengizinkan 1 juta jemaah haji pada musim haji tahun 2022/1443 H
ilustrasi Haji- Kerajaan Arab Saudi mengizinkan 1 juta jemaah haji pada musim haji tahun 2022/1443 H

WAWAINEWS.ID - Mengejutkan salah seorang petugas haji daerah (PHD) Kota Bekasi tiba-tiba mundur setelah dinyatakan lolos seleksi.

Hal itu dilakukan oleh Nurhakim sekretaris MUI Kota Bekasi, mundur sebagai petugas haji daerah (PHD) Kota Bekasi. Padahal sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi dengan nomor 251.

Usut punya usut ternyata mundurnya Nurhakim dari petugas haji daerah untuk mengawal jemaah dari pergi hingga pulang bukan tanpa alasan. Kemunduran karena dipicu terkait dana yang ditarik oleh pemerintah Kota Bekasi melalui Kesos.

Kereen, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jadi Jaminan Penangguhan Terduga Mafia Tanah

"Setelah lulus seleksi diminta bayaran tambahan Rp30 juta setiap orang oleh oleh Kabag Kesos Kota Bekasi, per orang uang Rp30 juta," ungkap Nurhakim kepada media Selasa (14/3/2023).

Dikatakan untuk Kota Bekasi yang lulus seleksi PHD ada delapan orang, semuanya diminta. Nurhakim mengaku memilih mundur dengan alasan tersendiri karena memberatkan.

Dia mengaku sangat menyayangkan penarikan tersebut. Menurutnya jika hal itu diinformasikan dari awal tentunya tak ikut seleksi, karena diketahuinya biaya semua ditanggung daerah.

Nurhakim membandingkan dengan daerah lain, dikatakan setelah lulus seleksi mereka tidak diminta uang pembayaran lagi.

Mantan Camat di Kota Bekasi Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas 2 SD

"Padahal, ketika tes kan udah mengeluarkan biaya tes ke asrama haji Indramayu. Belum lagi buat SKCK, kartu sehat, surat bebas narkotika dari rumah sakit, itu mengeluarkan biaya semuanya,” katanya lagi.

Nurhakim, mempertanyakan kenapa PHD asal Kota Bekasi diperkenankan berangkat setelah menunaikan pembayaran Rp30 juta. Ini khusus di Kota Bekasi yang minta uang tambahan itu Pemda Kota Bekasi.

Tri Adhianto Resmi Pimpin KONI Kota Bekasi

Lebih lanjut dikatakan bahwa ada 2020 lalu juga petugas haji dipungut per orang juga Rp8 juta. Sebanyak delapan orang. Nyatanya, hingga sekarang uangnya belum dikembalikan dan mereka juga belum berangkat hingga tahun ini .

"Sebagian akan berangkat tahun ini dan tetap dipungut lagi Rp30 juta. Padahal pungutan uang petugas tahun 2020 gak tahu uangnya kemana, sekarang Rp30 juta x 7 ditambah lagi Rp8 juta, sudah berapa tuh?” tanyanya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga