Hadis tersebut diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah. Dalam riwayat yang dikutip dalam Mir’atul Mafatih Syarhu Misykatil Mashabih, hadis tersebut dinilai hasan.
Kapan Waktu Sholat Isyraq?
Waktu pelaksanaan sholat Isyraq dimulai setelah matahari terbit dan telah naik sekitar satu tombak.
Ukuran tersebut dalam penjelasan fikih disebut sekitar tujuh hasta atau kurang lebih 2,5 meter. Secara praktis, masyarakat dapat menggunakan perkiraan sekitar 15 menit setelah waktu matahari terbit sebagai patokan awal, dengan tetap memperhatikan jadwal matahari di wilayah masing-masing.
Sholat Isyraq tidak dikerjakan tepat ketika matahari baru muncul dari ufuk. Sebab, terdapat waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat setelah terbitnya matahari.
Karena itu, seseorang perlu menunggu sampai matahari cukup tinggi sebelum melaksanakan sholat.
Waktu Isyraq kemudian berlangsung hingga siang mulai jelas. Dalam pembahasan fikih, waktunya tidak terus berlangsung sampai mendekati zawal atau saat matahari tergelincir ke arah barat.
Syekh Bashri memberikan gambaran bahwa akhir waktunya berada ketika seseorang telah melewati masa awal tersebut dengan rentang waktu yang secara umum sudah dianggap cukup lama.
Berapa Rakaat Sholat Isyraq?
Sholat Isyraq dikerjakan sebanyak dua rakaat.
Dalam keterangan fikih yang dinukil dari Nihayaz Zain, terdapat anjuran membaca surat tertentu setelah al-Fatihah.
Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Ad-Dhuha, sedangkan pada rakaat kedua membaca Surat Asy-Syarh atau Alam Nasyrah.
Namun, inti pelaksanaan sholat tetap sebagaimana sholat sunnah pada umumnya, sehingga tata gerak dan rukun sholat dilaksanakan seperti biasa.
Keutamaan Sholat Isyraq
Salah satu keutamaan yang sering dikaitkan dengan sholat Isyraq adalah pahala yang disebut seperti pahala haji dan umrah yang sempurna.
Namun, keutamaan tersebut berkaitan dengan rangkaian amalan tertentu.
Rangkaian yang dimaksud adalah melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, kemudian tetap duduk dan berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit. Setelah matahari terbit dan waktunya telah memungkinkan untuk sholat, kemudian dilanjutkan dengan sholat dua rakaat.
Dasarnya adalah hadis berikut:
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Artinya:
“Barang siapa melaksanakan sholat Subuh secara berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit, lalu mengerjakan sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan dinilai hasan dalam rujukan yang dikutip.












