Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, penutup para nabi dan rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Ya Allah, ampunilah kami, kedua orang tua kami dan saudara-saudara kami seiman, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.”
Isyraq dan Dhuha, Apa Bedanya?
Pembahasan mengenai Isyraq dan Dhuha memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ulama membedakan keduanya sebagai dua sholat sunnah yang berbeda. Dalam pandangan ini, Isyraq merupakan sholat yang dilakukan pada awal waktu setelah matahari terbit, sedangkan Dhuha dilakukan setelah matahari semakin tinggi.
Sebaliknya, mayoritas ulama memasukkan sholat Isyraq sebagai bagian dari sholat Dhuha. Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan penamaan dan klasifikasi fikih, bukan semata-mata mengenai gerakan sholatnya.
Karena itu, bagi masyarakat yang hendak mengamalkannya, penting memahami bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai klasifikasi sholat tersebut.
Kesimpulan
Sholat Isyraq merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit dan telah naik sehingga keluar dari waktu larangan sholat.
Amalan yang memiliki keutamaan khusus adalah rangkaian sholat Subuh berjamaah, berdzikir hingga matahari terbit, kemudian mengerjakan dua rakaat.
Adapun waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan agar tidak dilakukan tepat ketika matahari baru terbit. Secara praktis, sholat dapat dikerjakan setelah matahari naik sekitar satu atau dua tombak, yang sering diperkirakan sekitar 15 menit setelah terbitnya matahari.
Dalam persoalan apakah Isyraq merupakan sholat tersendiri atau bagian dari sholat Dhuha, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Karena itu, perbedaan tersebut hendaknya dipahami sebagai bagian dari khazanah fikih Islam.












