TULANG BAWANG – Aksi dua pria yang diduga spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, berakhir tragis. Bukannya berhasil kabur membawa keberuntungan, salah satu pelaku justru tumbang diterjang timah panas setelah diduga menodongkan senjata api rakitan ke arah petugas saat hendak ditangkap.
Peristiwa menegangkan itu terjadi di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Minggu (31/5/2026) malam.
Pelaku yang tewas diketahui bernama Umar Mutohar (33). Sementara rekannya, Dwi Sambodo (32), berhasil diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tulang Bawang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan berlangsung dramatis layaknya adegan film laga. Saat hendak diringkus, Umar diduga berusaha melarikan diri menggunakan mobil sembari mengacungkan senjata api rakitan ke arah petugas.
Namun kali ini skenario pelaku tidak berjalan sesuai harapan.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, ada satu pelaku yang meninggal dunia saat proses penangkapan,” kata Apfryyadi.
Menurutnya, sebelum tindakan tegas dilakukan, anggota telah memberikan peringatan kepada pelaku. Namun peringatan itu tidak diindahkan.
“Pelaku hendak melarikan diri dengan menginjak gas kendaraan dan menodongkan satu pucuk senjata api rakitan kepada anggota. Petugas sudah memberikan tembakan peringatan, tetapi tidak dihiraukan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” jelasnya.
Akibat tembakan tersebut, Umar mengalami luka serius dan sempat dilarikan menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Namun nyawanya tidak tertolong.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi kejahatan.
Barang bukti yang diamankan antara lain:
- 1 pucuk senjata api rakitan
- 5 butir amunisi kaliber 5,56 mm
- 2 buah kunci letter T
- 1 buah pisau cutter
- 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna silver bernomor polisi B-2339-SYR
Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa kedua pelaku telah mempersiapkan diri untuk beraksi sekaligus mengantisipasi kemungkinan berhadapan dengan aparat.
Kalau biasanya maling motor hanya bermodal kunci letter T dan doa agar tidak ketahuan warga, kali ini polisi justru menemukan “paket lengkap” mulai dari senpi hingga amunisi.
Saat ini penyidik Polres Tulang Bawang masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan keterlibatan pelaku dalam jaringan curanmor lain yang beroperasi di wilayah Lampung.
Sementara jenazah Umar telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk proses lebih lanjut.***












