Scroll untuk baca artikel
KABAR DESA

Viral Video Pria Dicambuk di KPPG Bogor, Kepala SPPG dan Korwil Diduga Terlibat

×

Viral Video Pria Dicambuk di KPPG Bogor, Kepala SPPG dan Korwil Diduga Terlibat

Sebarkan artikel ini
Viral pria diduga dicambuk di KPPG Bogor (Tangkapan Layar Video Viral)

BOGOR – Video seorang pria yang terkapar sambil dicambuk berulang kali menggunakan benda menyerupai selang viral di media sosial. Ironisnya, aksi yang memperlihatkan dugaan kekerasan tersebut dinarasikan terjadi di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, tempat yang semestinya menjadi ruang koordinasi pelayanan publik, bukan panggung untuk melampiaskan amarah.

Polisi pun turun tangan untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut. Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo mengatakan, pihaknya akan mendatangi lokasi dan menelusuri kejadian yang terekam dalam video. Hingga Kamis (15/10/2026) malam, polisi mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan kekerasan itu.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Ya kita akan memastikan kejadian itu benar ada atau tidak, itu yang pertama. Kemudian kami juga akan mencari sesuai dengan alamat, kita mendatangi KPPG untuk menanyakan kebenarannya,” kata Enjo.

Ia menegaskan, anggota kepolisian akan melakukan pengecekan langsung. “Tetapi yang pasti sampai saat ini belum ada laporan terkait itu. Anggota akan ke lokasi untuk cek kebenarannya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Rp1,6 Triliun Dana Desa Telah Disalurkan ke 5.646 Desa

Dalam rekaman yang dilihat Wawai News, sejumlah orang terlihat berada di sebuah ruangan dengan pintu menyerupai pagar besi. Di balik pintu tersebut, seorang pria tampak dalam posisi tiarap, dikelilingi tiga orang yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna serupa, yakni biru muda.

Salah seorang pria terlihat berulang kali mengayunkan benda yang diduga selang ke tubuh korban. Pria yang dicambuk tampak menggeliat dan meringis kesakitan. Aksi itu berlangsung diiringi makian, sementara beberapa orang lainnya hanya menyaksikan. Bahkan, seorang di antaranya terlihat menutup dan mengunci pintu pagar.

Rekaman tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai apa yang sebenarnya terjadi, siapa saja yang terlibat, serta mengapa dugaan kekerasan itu bisa berlangsung di hadapan sejumlah orang. Namun, identitas seluruh pihak, pemicu perselisihan, dan rangkaian kejadian secara utuh masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala KPPG Bogor, Haidir, ketika dikonfirmasi secara terpisah membenarkan bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026). Ia menyebut insiden itu melibatkan dua orang yang bertugas dalam struktur pelayanan pemenuhan gizi di Purwakarta, Jawa Barat, yakni seorang koordinator wilayah (korwil) dan seorang kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BACA JUGA :  Kolaborasi Aglomerasi Jabodetabek, Babak Baru Transportasi Terpadu dan Berkelanjutan

“Itu perselisihan dua SPPG dari Purwakarta, cuma kejadiannya di Kota Bogor. Saya sudah, jadi mereka itu kan ada urusan ke kantor, kemarin. Yang satu kepala dapur, yang satu korwil,” ujar Haidir.***

Haidir mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah perselisihan tersebut berawal dari persoalan di luar pekerjaan. Ia juga mengklarifikasi bahwa lokasi kejadian, menurut keterangannya, berada di luar ruangan kantor, bukan di dalam ruang kerja KPPG.

“Saya nggak tahu ya apa mereka ada masalah di luar lapangan, tapi di kantor itu, itu lokasinya di luar kantor sebenarnya, bukan di dalam ruangan kantor. Saya langsung tegur sebenarnya kemarin itu, cuma saya enggak tahu ternyata muncul ke media,” katanya.

Meski demikian, penjelasan mengenai lokasi kejadian tidak dengan sendirinya menjawab persoalan utama: dugaan kekerasan terhadap seseorang yang terlihat tak berdaya dalam rekaman. Jika peristiwa itu terbukti merupakan tindakan penganiayaan, persoalannya bukan sekadar perselisihan antarpersonel, melainkan juga dugaan pelanggaran hukum yang perlu ditangani sesuai ketentuan.

BACA JUGA :  Pegawai Dishub Kota Bekasi Lakukan Pengawalan ke Puncak Bogor, Sudah Ditindak

Publik kini menunggu hasil pemeriksaan polisi, termasuk klarifikasi para pihak, motif perselisihan, serta kemungkinan adanya saksi lain dan rekaman pendukung. Belum adanya laporan resmi tidak otomatis membuktikan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi. Sebaliknya, video viral juga tetap harus diuji agar penanganannya bertumpu pada fakta, bukan sekadar kegaduhan di media sosial.

Di tengah upaya memperkuat pelayanan pemenuhan gizi, insiden ini menjadi pengingat bahwa disiplin dan profesionalisme tidak cukup berhenti pada urusan administrasi maupun target program. Konflik pekerjaan semestinya diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan cambukan, makian, atau tontonan kekerasan yang membuat orang lain memilih menjadi penonton.

Sebab, jika benar terjadi di lingkungan pelayanan publik, yang dipertaruhkan bukan hanya persoalan dua orang yang berselisih, tetapi juga standar perilaku dan tanggung jawab institusi yang menaungi mereka.

Baca artikel detiknews, “Viral Pria Diduga Dicambuk di KPPG Bogor, Polisi Selidiki” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8709203/viral-pria-diduga-dicambuk-di-kppg-bogor-polisi-selidiki.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/