Scroll untuk baca artikel
Nasional

Daerah Didorong Usulkan Sosok Pahlawan Nasional

×

Daerah Didorong Usulkan Sosok Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

wawainews.ID, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong pemerintah daerah, menyampaikan usulan tokoh yang dianggap pantas mendapat gelar pahlawan nasional.

“Hendaknya daerah mengadakan seminar, menghimpun usulan, didorong pemda dulu untuk mengusulkan. Tanpa usulan kita tidak bisa membicarakan ke tim,” kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Pepen Nazaruddin, Jumat (21/6/2019).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Saat ini, Kemensos sedang menjaring semua usulan dari daerah. Data kemudian akan dibahas Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh yang dianggap berjasa kepada bangsa dan negara, bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Pepen mengemukakan, sejauh ini Kemensos belum menerima usulan pendiri perguruan Islam Alkhairaat, Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua sebagai pahlawan nasional.

Sebelumnya, Prof KH Ma’ruf Amin, pada acara halal bil halal yang diadakan MUI Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (14/6/2019) mendorong penetapan Guru Tua sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, jasa Guru Tua bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Tengah sangat besar.

“Beliau pantas diberi gelar pahlawan nasional. Nanti ada panitia di pusat. Kami akan memberi masukan-masukan agar Beliau bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” tandasnya.

Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan sudah mendeklarasikan dukungan bagi penetapan Guru Tua sebagai pahlawan nasional. Organisasi-organisasi itu menilai pendiri perguruan Islam Alkhairaat yang berpusat di Kota Palu layak menjadi pahlawan nasional. (Red)