Scroll untuk baca artikel
Nasional

Data Makin Mencekik, Banjir Bandang & Longsor Sumatra 7 Desember

×

Data Makin Mencekik, Banjir Bandang & Longsor Sumatra 7 Desember

Sebarkan artikel ini
foto suplay logistik untuk korban banjir dan longsor di Aceh

WAWAINEWS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) kembali merilis pembaruan data korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025.

Angkanya terus melonjak, seolah mengingatkan bahwa bencana alam di Indonesia masih jauh lebih konsisten ketimbang mitigasi risikonya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Hingga Ahad (7/12/2025) pukul 19.00 WIB, tercatat 921 orang meninggal dunia, 392 orang hilang, 5.000 orang luka-luka, dan 962.200 orang terpaksa mengungsi. Total 52 kabupaten/kota terdampak, memperjelas betapa rapuhnya infrastruktur dan perencanaan tata ruang yang sering kali disalahkan… kepada hujan.

BACA JUGA :  Bebas Murni Habib Bahar Langsung Temui HRS, Bahas Ini!

Selain korban jiwa, kerusakan fisik juga “panen raya”:

  • 147.300 rumah rusak (ringan, sedang, hingga berat),
  • 1.300 fasilitas umum terdampak,
  • 199 fasilitas kesehatan rusak,
  • 701 fasilitas pendidikan rusak,
  • 234 gedung/kantor tumbang fungsinya,
  • 420 rumah ibadah rusak,
  • 405 jembatan terputus menegaskan betapa air bah sekali datang bisa langsung menguji seberapa serius negara membangun.

Aceh: Provinsi Terpukul Paling Dalam

Aceh mencatat 366 korban meninggal, 97 orang masih hilang, dan 4.300 orang luka-luka.
Sebanyak 904.100 warga mengungsi, jumlah yang lebih besar dari populasi banyak kota di Indonesia.

Kerusakan infrastruktur juga memanjang:

  • 138.500 rumah rusak,
  • 585 fasilitas umum rusak,
  • 258 fasilitas pendidikan rusak,
  • 126 fasilitas kesehatan rusak,
  • 205 gedung/kantor rusak,
  • 201 rumah ibadah rusak,
  • 312 jembatan rusak seakan Aceh digempur berlapis tanpa jeda.
BACA JUGA :  Menyoal Keppres No 2 Tahun 2022, Sejarawan Anhar Gonggong Sebut Soeharto Mengatur Serangan 1 Maret 1949

Namun, seperti biasa, banyak pihak tetap lebih mahir menyalahkan curah hujan daripada tata ruang yang “fleksibel sesuai kebutuhan investor”.

Sumatra Utara: Luka Meluas, Kesadaran Mitigasi Tetap Tipis

Di Sumatra Utara, 329 orang meninggal, 647 luka-luka, dan 82 orang masih hilang.
Pengungsian mencapai 43.400 orang, dengan 18 kabupaten/kota terdampak.

Kerusakan infrastruktur meliputi:

  • 2.700 rumah,
  • 80 fasilitas umum,
  • 60 fasilitas pendidikan,
  • 19 rumah ibadah,
  • 29 jembatan,
  • dan 1 fasilitas kesehatan angka yang tampak kecil, tapi cukup untuk melumpuhkan pelayanan, mengingat satu fasilitas kesehatan sering melayani ribuan penduduk.
BACA JUGA :  TNI-Polri dan ASN, Diusulkan Beli Beras Bulog

Sumatra Barat: Luka Menganga, Bencana Berulang

Sumatra Barat mencatat 226 korban meninggal dan 213 orang masih hilang.
Sebanyak 112 orang luka-luka dan 14.700 orang mengungsi.

Kerusakan fisik meliputi:

  • 6.100 rumah,
  • 655 fasilitas umum,
  • 72 fasilitas kesehatan,
  • 383 fasilitas pendidikan,
  • 200 rumah ibadah,
  • 29 gedung/kantor,
  • 64 jembatan.

Masyarakat kembali menanggung akibat dari bencana yang nyaris berulang tiap tahun sebuah pola yang sudah sangat dikenal namun tetap tidak dipersiapkan dengan matang.***