Scroll untuk baca artikel
Nasional

Prabowo “Ngamuk” di May Day 2026: Sentil Pejabat, Sindir Pengusaha Serakah, Buruh Disuruh Tetap Waras

×

Prabowo “Ngamuk” di May Day 2026: Sentil Pejabat, Sindir Pengusaha Serakah, Buruh Disuruh Tetap Waras

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo saat pidato dalam peringatan May Day 2026

JAKARTA — Panggung Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional berubah jadi arena pidato penuh tekanan. Prabowo Subianto tampil bukan sekadar seremonial ia datang dengan nada tinggi, pesan keras, dan sedikit bumbu “tamparan politik” ke dalam dan luar pemerintahannya sendiri.

Di hadapan ribuan buruh, Prabowo mengingatkan atau tepatnya memperingatkan para pejabat di bawah komandonya agar tidak “main mata” dengan pengusaha yang menindas rakyat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Bukan ini yang saya perjuangkan. Bukan negara yang dirampok maling-maling!”

Kalimat itu meluncur tanpa rem. Dan pesannya jelas: kalau ada yang main belakang, Presiden sudah pasang lampu merah.

Prabowo tidak hanya berhenti pada kritik. Ia juga menyebut secara gamblang soal pejabat yang bersekongkol dengan pengusaha “bermasalah”.

“Saya tidak rela pejabat bekerja sama dengan pengusaha berengsek dan serakah.”

Namun di balik retorika yang tajam, Prabowo tetap menjaga keseimbangan. Ia mengingatkan buruh agar tidak memukul rata semua pengusaha.

“Tidak semua pengusaha serakah. Banyak yang bekerja keras. Kita butuh mereka.”

Dalam gaya khasnya, Prabowo memberi “brief singkat tapi pedas” ke para menterinya:

“Kalau kebijakan menguntungkan rakyat, laksanakan! Tidak usah ragu!”

Di tengah pidato yang emosional, Prabowo juga memamerkan capaian pemerintah:

  • Pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) setelah 22 tahun tertunda
  • Penetapan aktivis buruh Marsinah sebagai pahlawan nasional
  • Rencana pembangunan Museum Marsinah di Nganjuk

Ia juga menegaskan target besar, menghapus kemiskinan ekstrem dan memastikan rakyat tidak kelaparan.

“Saya tidak rela ada anak Indonesia yang lapar.”tegasnya.

Menariknya, suasana May Day kali ini tidak melulu tegang. Setelah pidato keras, panggung berubah lebih cair.

Prabowo tampak menikmati penampilan Tipe-X, bahkan ikut berjoget dengan gaya khas yang sempat viral saat kampanye.

Dari “pidato panas” ke “joget santai” kombinasi yang mungkin hanya bisa terjadi di politik Indonesia.

Pidato Prabowo kali ini memuat tiga pesan besar:

  1. Pejabat jangan khianati rakyat
  2. Pengusaha jangan rakus
  3. Buruh tetap rasional

May Day 2026 memberi satu hal yang jelas, Prabowo ingin terlihat tegas di depan buruh. Ia juga meneria masukan untuk daycare, rumah terjangkau dan semua masukan itu akan diperjuangkan untuk diwujudkan***

BACA JUGA :  Kemenag Soroti Jasa Nikah Siri Digital: Administrasi Diabaikan, Hak Perempuan dan Anak Dipertaruhkan