Scroll untuk baca artikel
Internasional

Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Trump Ancam Hantam Iran, Israel Kerahkan 80 Jet Tempur

×

Timur Tengah di Ambang Perang Besar! Trump Ancam Hantam Iran, Israel Kerahkan 80 Jet Tempur

Sebarkan artikel ini
Foto: Sebuah ruang kelas yang dipenuhi puing-puing dan gambar-gambar anak-anak yang berserakan terlihat di sebuah sekolah di Teheran, Iran, pada Selasa (3/3/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat serangan pada hari pertama perang. (Tangkapan Layar Video Reuters/WANA)

WawaiNEWS.ID — Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Trump menegaskan militer AS siap melancarkan serangan balasan yang jauh lebih besar dan mematikan terhadap Teheran pada Sabtu (7/3/2026).

Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Hari ini Iran akan dipukul sangat keras!” tulis Trump dalam unggahannya yang dikutip AFP.

Pernyataan itu memicu kekhawatiran bahwa konflik yang sebelumnya terbatas dapat berkembang menjadi konfrontasi militer lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Trump mengindikasikan bahwa Washington sedang mempertimbangkan strategi militer yang jauh lebih agresif terhadap Iran.

Menurutnya, tindakan Iran selama ini membuat Amerika Serikat mempertimbangkan serangan ke target baru yang sebelumnya tidak masuk daftar sasaran militer.

“Di bawah pertimbangan serius untuk kehancuran total dan kematian pasti adalah wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target,” tulis Trump.

Pernyataan tersebut menandakan potensi operasi militer yang lebih luas jika konflik terus meningkat.

BACA JUGA :  Vlogger Asal Spanyol Dirudapaksa 7 Pria di India

Sementara itu, situasi di Israel juga semakin tegang. Sirene serangan udara kembali meraung di Jerusalem pada Sabtu pagi.

Jurnalis AFP melaporkan sedikitnya tiga ledakan keras terdengar di kota tersebut. Dalam 24 jam terakhir, otoritas Israel mengeluarkan setidaknya enam peringatan serangan udara di berbagai wilayah.

Israel Kerahkan 80 Jet Tempur Serang Iran

Militer Israel juga melancarkan gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran.

Serangan tersebut menargetkan Tehran dan Isfahan, dengan melibatkan sekitar 80 jet tempur.

Militer Israel mengklaim serangan tersebut menghantam fasilitas yang terkait dengan Islamic Revolutionary Guard Corps yang disebut digunakan sebagai aset militer darurat.

Pejabat di Isfahan melaporkan sedikitnya delapan orang tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat tersebut.

Bandara Dubai Sempat Lumpuh

Dampak konflik juga terasa di negara-negara Teluk.

Operasional Dubai International Airport, bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional, sempat dihentikan sementara pada Sabtu.

Penutupan ini terjadi setelah sistem pertahanan udara mencegat ancaman selama serangan dari Iran berlangsung di kawasan tersebut. Operasional bandara kemudian dibuka kembali secara terbatas.

BACA JUGA :  Begini Sosok Komandan Perang Hamas Berjuluk Kucing 9 Nyawa

Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz

Ketegangan juga meluas ke jalur energi global. Iran mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak bernama “Prima” di perairan Strait of Hormuz.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan drone peledak setelah kapal itu disebut mengabaikan larangan pelayaran yang diberlakukan oleh Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dunia sehingga setiap gangguan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran pasar global.

Liga Arab Gelar Rapat Darurat

Situasi konflik yang terus meningkat membuat Arab League mengambil langkah diplomatik.

Para menteri luar negeri negara anggota dijadwalkan menggelar pertemuan darurat melalui konferensi video pada Minggu. Pertemuan ini diminta oleh Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir untuk membahas eskalasi serangan Iran di kawasan.

Arab Saudi Peringatkan Iran

Sementara itu, Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman memperingatkan Iran agar menghindari “salah perhitungan” yang dapat memperluas konflik.

Menurut Kementerian Pertahanan Saudi, sistem pertahanan udara mereka telah menggagalkan sejumlah peluncuran rudal yang diarahkan ke pangkalan udara yang menampung personel militer AS serta serangan drone ke ladang minyak utama.

AS Kirim Ribuan Bom ke Israel

Di tengah memanasnya konflik, Amerika Serikat juga memperkuat dukungan militer kepada Israel.

BACA JUGA :  Inilah Daftar Produk Israel di Indonesia yang Wajib di Boikot

Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan darurat sekitar 12.000 selongsong bom kepada Israel untuk meningkatkan kemampuan militernya menghadapi ancaman regional.

Dampak Global Mulai Terasa

Efek konflik tidak hanya terasa di Timur Tengah.

Di Bangladesh, lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global akibat ketegangan di Selat Hormuz memicu protes besar-besaran di berbagai kota.

Demonstran menuntut pemerintah mengambil langkah cepat mengatasi krisis ekonomi yang memburuk akibat dampak perang.

Iran Tegaskan Tak Akan Menyerah

Di tengah tekanan militer dan diplomatik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah kepada Amerika Serikat maupun Israel.

Ia memang menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran, namun menegaskan Teheran akan tetap melawan.

“Musuh Iran harus membawa keinginan itu ke liang kubur untuk melihat rakyat Iran menyerah tanpa syarat,” tegasnya.

Dengan meningkatnya operasi militer, ancaman politik, serta dampak ekonomi global, konflik Iran–Israel–AS kini dikhawatirkan berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas.***