KOTA BEKASI — Cuaca ekstrem membuat sejumlah wilayah di Bekasi porak-poranda pada Jumat (1/5/2026). Hujan deras disertai angin kencang menerjang kawasan Jatiasih, Jatisampurna hingga Jatiluhur, menyebabkan pohon tumbang, atap rumah beterbangan, dan arus lalu lintas lumpuh di beberapa titik.
Situasi makin dramatis ketika sebagian warga melaporkan munculnya hujan es di tengah badai yang datang mendadak tersebut.
Bukan hanya jalan utama yang terdampak. Sejumlah permukiman warga juga ikut porak-poranda diterjang angin yang datang seperti “puting beliung mini”.
Salah satu titik terparah terjadi di jalur Jalan Wibawa Mukti menuju arah Jatisampurna. Sejumlah pohon besar tumbang hingga menutup sebagian badan jalan.
Akibatnya, kendaraan sempat tersendat dan pengendara harus memperlambat laju karena ranting dan batang pohon berserakan di jalan.
Warga sekitar terlihat langsung turun tangan sebelum petugas datang. Dengan peralatan seadanya—mulai dari golok, gergaji hingga tali tambang—mereka bergotong royong mengevakuasi batang pohon agar akses jalan kembali terbuka.
Di tengah situasi itu, satu hal yang paling cepat bergerak memang tetap warga.
Tak hanya pohon tumbang, angin kencang juga membuat sejumlah atap rumah beterbangan.
Laporan kerusakan muncul dari kawasan:
- Puri Gading
- Jatiluhur
- Jatimekar
- Jatiasih
- Jatisari dan
- Jatisampurna
Beberapa warga bahkan sempat panik ketika seng dan genteng mulai terangkat akibat terjangan angin.
Kalau biasanya orang pindahan pakai truk, kali ini atap rumah “pindah sendiri” dibantu cuaca ekstrem.
Tak lama setelah laporan masuk, petugas dari BPBD Kota Bekasi bersama Tim URC DBMSDA langsung menuju lokasi terdampak.
Evakuasi pohon tumbang dilakukan di Jalan Wibawa Mukti untuk memastikan batang dan dahan tidak lagi menghalangi akses kendaraan.
Pemerintah memastikan penanganan telah selesai dilakukan dan jalur kembali bisa dilalui masyarakat.
Meski begitu, warga diminta tetap waspada karena kondisi cuaca masih belum stabil.
Fenomena hujan es yang dilaporkan warga menambah daftar cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, perubahan cuaca berlangsung sangat cepat:
- siang panas menyengat,
- sore hujan deras,
- malam angin kencang.
Kini bahkan disertai hujan es.
Warga pun mulai bercanda getir, “Dulu takut macet, sekarang takut atap ikut terbang.”
Di tengah keterbatasan dan situasi mendadak, pemandangan paling menonjol justru datang dari warga yang saling membantu membersihkan jalan dan memperbaiki kerusakan.
Tanpa komando panjang, masyarakat langsung bergerak:
- memotong ranting,
- mengevakuasi pohon,
- hingga membantu rumah warga yang rusak.
Cuaca ekstrem memang datang tiba-tiba. Tapi solidaritas warga Bekasi terlihat tetap hidup.
Warga Diimbau Tetap Waspada
Masyarakat diminta berhati-hati saat berkendara dan menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika hujan disertai angin kencang terjadi.
Sebab dalam kondisi cuaca yang makin sulit diprediksi, pohon tumbang dan atap beterbangan bisa datang lebih cepat daripada notifikasi prakiraan cuaca di ponsel.***












