Scroll untuk baca artikel
Lampung

BMKG Keluarkan Alarm Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang Seharian Ini di Lampung

×

BMKG Keluarkan Alarm Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang Seharian Ini di Lampung

Sebarkan artikel ini
Foto: Ilustrasi kondisi cuaca berawan dan hujan ringan yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung berdasarkan rilis BMKG.

LAMPUNG — Warga Lampung tampaknya harus kembali akrab dengan suara petir, jemuran gagal kering, dan drama jalanan licin yang lebih menegangkan daripada hubungan tanpa kepastian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Provinsi Lampung, Sabtu (23/5/2026).

BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai terjadi sejak pukul 05.30 WIB.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wilayah yang pertama kali masuk radar cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Pesawaran, khususnya Kecamatan Punduh Pidada, serta Kabupaten Pesisir Barat di wilayah Pesisir Tengah dan Krui Selatan.

Tak berhenti di sana, hujan diperkirakan meluas ke sejumlah daerah lain seperti Kecamatan Rajabasa di Lampung Selatan, Marga Punduh di Pesawaran, hingga kawasan Pesisir Selatan, Lemong, Pesisir Utara, Karya Penggawa, Way Krui, dan Ngambur di Kabupaten Pesisir Barat.

BACA JUGA :  Cuaca Lampung Hari Ini Rabu 22 April 2026: Malam Hari Diguyur Hujan Lebat, Bandar Lampung hingga Pesisir Barat Siaga Petir

BMKG memperkirakan kondisi ini berlangsung setidaknya hingga pukul 07.30 WIB.

Pagi Hujan, Siang Gerah, Sore Banjir? Cuaca Lampung Masih “Mood Swing”

Berdasarkan prakiraan BMKG Lampung, pola cuaca hari ini cenderung fluktuatif. Pagi hari sebagian wilayah memang diprediksi berawan hingga hujan ringan, tetapi memasuki siang dan sore potensi hujan kembali meningkat di sejumlah kabupaten/kota.

Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Lampung Selatan, Bandar Lampung, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Timur, hingga Pesisir Barat. Malam harinya, hujan diprakirakan masih berpotensi turun di wilayah Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, hingga pesisir barat Lampung.

Secara umum, suhu udara di Lampung berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 98 persen. Kombinasi panas, lembap, dan awan aktif ini membuat atmosfer Lampung belakangan terasa seperti sedang menjalani “emosi cuaca campur aduk”.

Pagi bisa mendung galau, siang terik menyengat, sore berubah seperti adegan film bencana.

BACA JUGA :  BMKG Memperkirakan Lampung Berpotensi Banjir

Musim Kemarau Rasa Musim Penghujan

Fenomena hujan intens di Lampung belakangan memang membuat banyak warga bingung. Kalender berkata kemarau mulai mendekat, tetapi langit tampaknya belum move on dari musim hujan.

BMKG menjelaskan kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer regional, tingginya kelembapan udara, serta pertumbuhan awan konvektif yang masih aktif di wilayah Sumatera bagian selatan. Kondisi tersebut membuat potensi hujan lebat dan angin kencang masih sering muncul meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan musim.

Akibatnya, warga kini hidup dalam ketidakpastian meteorologis tingkat tinggi.

Pagi berangkat kerja pakai motor sambil percaya diri karena matahari muncul. Sore pulang kerja berubah jadi peserta arung jeram dadakan.

Warga Pesisir dan Daerah Perbukitan Diminta Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak turunan cuaca ekstrem seperti genangan, pohon tumbang, jalan licin, banjir lokal, hingga potensi longsor di wilayah perbukitan dan pesisir.

BACA JUGA :  Belasan Tahun Tercemar, GMBI Minta Pertanggungjawaban PT LMA 

Pengendara juga diminta berhati-hati karena hujan lebat disertai angin kencang dapat mengurangi jarak pandang secara drastis.

Sementara bagi warga yang tinggal dekat aliran sungai dan lereng perbukitan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama jika hujan berlangsung cukup lama.

Sebab di Lampung, hujan sekarang bukan cuma soal basah. Kadang bonusnya lengkap: petir, angin, pohon tumbang, sinyal hilang, sampai atap rumah ikut berpikir untuk resign.

BMKG Minta Warga Jangan Anggap Remeh Peringatan Dini

BMKG menegaskan bahwa informasi peringatan dini merupakan bagian dari sistem nowcasting atau prakiraan cuaca jangka sangat pendek untuk mendeteksi potensi cuaca ekstrem dalam rentang 0–6 jam ke depan.

Karena itu, masyarakat diminta aktif memantau pembaruan informasi cuaca resmi dan tidak menganggap enteng perubahan cuaca yang terjadi cepat.

Sebab di negeri tropis seperti Indonesia, terutama Lampung, cuaca kadang berubah lebih cepat daripada janji “sebentar lagi sampai”.***