Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Kursi Diskominfostandi, Disdik dan Asisten Daerah Masih Diperebutkan, Pemkot Bekasi Lantik Satu Pejabat

×

Kursi Diskominfostandi, Disdik dan Asisten Daerah Masih Diperebutkan, Pemkot Bekasi Lantik Satu Pejabat

Sebarkan artikel ini
Pemkot Bekasi Rotasi Jabatan, Karto Tinggalkan DKPPP dan Naik Jadi Staf Ahli Wali Kota, Senin (15/6) - foto dok.ist

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi kembali melakukan perombakan di jajaran birokrasi. Namun berbeda dari rotasi pejabat yang biasanya melibatkan banyak nama, kali ini hanya satu kursi yang bergerak.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, resmi melantik Karto sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Senin (15/6/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Prosesi pengambilan sumpah jabatan eselon II tersebut berlangsung secara tertutup di ruang kerja Plh Wali Kota Bekasi dan disaksikan sejumlah pejabat terkait.

Sebelum menduduki jabatan barunya, Karto diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi.

Meski hanya satu nama yang dilantik, agenda tersebut langsung menjadi perhatian di lingkungan Pemkot Bekasi. Pasalnya, masih ada sejumlah kursi strategis setingkat pimpinan tinggi pratama yang hingga kini belum terisi definitif.

BACA JUGA :  Warga Bekasi Antusias Sambut Diskon Pangan Melalui Program Kartu Keren Digagas Mas Tri

Jika birokrasi diibaratkan sebagai permainan catur, maka langkah kali ini baru memindahkan satu bidak, sementara beberapa posisi penting lainnya masih menunggu pemain berikutnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi, Anjar Budiono, membenarkan bahwa pelantikan yang digelar hari ini memang hanya untuk mengisi jabatan Staf Ahli Wali Kota.

“Hari ini ada pelantikan Staf Ahli. Hanya satu posisi saja, Pak,” ujar Anjar.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai nasib tiga jabatan eselon II lain yang saat ini masih dalam proses seleksi terbuka atau open bidding.

Menurut Anjar, proses pengisian jabatan tersebut masih berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan panitia seleksi.

“Proses open bidding sedang berlangsung. Nanti kita ikuti sesuai jadwal dan lihat perkembangannya. Mudah-mudahan berjalan lancar,” katanya.

Saat ini Pemkot Bekasi masih membuka persaingan untuk mengisi tiga posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Coffe Morning Bersama Insan Pers, Pj Gani Sampaikan Kesuksesan Kawal Event Nasional di Bekasi

Ketiga jabatan tersebut meliputi:

  • Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
  • Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi.
  • Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.

Ketiga posisi tersebut memiliki peran penting dalam roda pemerintahan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan berperan mengawal berbagai program pembangunan daerah, Diskominfostandi menjadi ujung tombak komunikasi publik dan transformasi digital pemerintah, sementara Dinas Pendidikan mengelola salah satu sektor pelayanan publik terbesar di Kota Bekasi.

Karena itu, proses pengisian jabatan tersebut menjadi perhatian banyak pihak.

Open Bidding Memasuki Tahap Seleksi

Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah mengumumkan hasil seleksi administrasi untuk pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut.

Berdasarkan Pengumuman Nomor 800.1.2.6/5-Pansel.JPT, sebanyak 30 aparatur sipil negara mengikuti seleksi administrasi.

Dari jumlah tersebut, 15 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya, sementara 15 lainnya harus menghentikan langkahnya di tahap awal.

BACA JUGA :  Dua Kecamatan Belum Siap, Rapat Pleno KPU Bekasi Sepakat Diundur

Artinya, tingkat persaingan masih cukup ketat dengan hanya separuh peserta yang berhasil melanjutkan proses seleksi.

Tahapan berikutnya akan menentukan siapa yang nantinya dipercaya menduduki kursi-kursi strategis tersebut.

Pelantikan Karto sebagai Staf Ahli Wali Kota menjadi sinyal bahwa pergerakan birokrasi di Pemkot Bekasi terus berlangsung.

Meski demikian, perhatian publik kini tertuju pada hasil open bidding yang akan menentukan wajah kepemimpinan di sejumlah organisasi perangkat daerah penting.

Sebab di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, masyarakat tentu berharap proses seleksi tidak hanya menghasilkan pejabat yang memenuhi syarat administratif, tetapi juga figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan menghadirkan perubahan nyata.

Untuk sementara, satu kursi telah terisi.

Tiga kursi lainnya masih menunggu penghuni baru yang akan keluar sebagai pemenang dalam persaingan birokrasi Pemkot Bekasi tahun 2026.***