WAWAI RELIGI – Di antara 365 hari dalam setahun, ada satu hari yang begitu istimewa hingga Rasulullah ﷺ secara khusus menganjurkan umat Islam untuk menghidupkannya dengan ibadah. Hari itu adalah Asyura, 10 Muharram, yang pada tahun 1448 Hijriah bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026.
Bagi sebagian orang, Muharram hanyalah penanda pergantian tahun Hijriah. Namun bagi orang-orang beriman, bulan ini adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, sementara Hari Asyura menjadi momentum emas untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.
Jika sepanjang tahun manusia sibuk mengejar dunia, maka Hari Asyura adalah pengingat bahwa ada investasi akhirat yang nilainya jauh lebih besar daripada saldo rekening, jabatan, atau popularitas yang sewaktu-waktu bisa lenyap.
Keutamaan Besar Puasa Asyura: Dosa Setahun Diampuni
Amalan paling utama pada Hari Asyura adalah menjalankan puasa sunnah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.”
(HR Muslim)
Hadis ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam. Melalui satu hari puasa yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, seorang hamba berpeluang mendapatkan ampunan Allah atas dosa-dosa kecil yang telah diperbuat selama setahun sebelumnya.
Para ulama, termasuk Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim, menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun hak sesama manusia seperti utang, kezaliman, atau harta yang belum dikembalikan tetap harus diselesaikan secara langsung.
Dengan kata lain, puasa Asyura bukan “jalan pintas” untuk menghapus seluruh kesalahan hidup, tetapi merupakan pintu rahmat yang sangat besar bagi orang-orang yang bertaubat.
Puasa Tasu’a: Menyempurnakan Ibadah pada 9 Muharram
Selain puasa pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sehari sebelumnya, yaitu pada 9 Muharram yang dikenal sebagai Puasa Tasu’a.
Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan:
“Berpuasalah satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya, serta selisihilah tradisi orang-orang Yahudi.”
Anjuran ini muncul ketika Rasulullah ﷺ mendapati kaum Yahudi di Madinah berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun.
Sebagai bentuk identitas umat Islam, Rasulullah ﷺ menganjurkan agar puasa tersebut disertai dengan puasa pada tanggal 9 Muharram atau ditambah hingga tanggal 11 Muharram.
Jadwal Puasa Muharram 1448 H
- Rabu, 24 Juni 2026 : Puasa Tasu’a (9 Muharram)
- Kamis, 25 Juni 2026 : Puasa Asyura (10 Muharram)
- Jumat, 26 Juni 2026 : Puasa 11 Muharram (opsional)
Hari Asyura, Momentum Memperbanyak Sedekah
Selain puasa, para ulama juga menganjurkan memperbanyak sedekah dan berbagi kebahagiaan kepada keluarga pada Hari Asyura.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa melapangkan nafkah bagi keluarganya pada Hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.”
(HR Al-Baihaqi)
Makna hadis ini bukan mengajarkan hidup boros atau berlomba pamer kemewahan. Justru sebaliknya, Islam mengajarkan kepedulian sosial, memperhatikan keluarga, membantu anak yatim, bersedekah kepada fakir miskin, dan memperluas manfaat bagi sesama.
Karena itu, Hari Asyura bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga. Ia juga tentang membuka hati, membuka tangan untuk berbagi, dan membuka pintu-pintu kebaikan yang selama ini mungkin tertutup oleh kesibukan dunia.
Jangan Sibuk Menghitung Diskon, Lupa Menghitung Pahala
Di era modern, banyak orang hafal tanggal promo belanja, jadwal konser, bahkan diskon besar-besaran di marketplace. Namun ironisnya, tidak sedikit yang lupa bahwa ada hari-hari istimewa yang nilainya jauh lebih besar di sisi Allah SWT.
Hari Asyura mengajarkan bahwa keuntungan sejati bukan hanya soal bertambahnya harta, melainkan bertambahnya pahala dan berkurangnya dosa.
Sebab pada akhirnya, yang akan menemani manusia di alam kubur bukan kendaraan, bukan jabatan, bukan jumlah pengikut media sosial, melainkan amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Sambut Asyura dengan Ibadah Terbaik
Momentum 10 Muharram 1448 H menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbanyak puasa sunnah, memperbanyak sedekah, mempererat hubungan keluarga, serta memperbanyak doa dan istighfar.
Karena bisa jadi, Hari Asyura tahun ini adalah kesempatan yang Allah berikan untuk membersihkan lembaran dosa, memperbaiki kehidupan, dan mengawali tahun Hijriah dengan hati yang lebih dekat kepada-Nya.
Jangan sampai Hari Asyura berlalu begitu saja. Sebab tidak setiap hari Allah membuka pintu pahala sebesar ini bagi hamba-Nya.***












