Scroll untuk baca artikel
Info Wawai

“Muharram 1448 H Tiba! Jangan Cuma Ganti Kalender, Ganti Dosa Sebelum Allah Menutup Usia”

×

“Muharram 1448 H Tiba! Jangan Cuma Ganti Kalender, Ganti Dosa Sebelum Allah Menutup Usia”

Sebarkan artikel ini
Al Qur'an - foto istockphoto
Al Qur'an - foto istockphoto

16 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam. Saat matahari terbenam, kalender Hijriah memasuki 1 Muharram 1448 H, menandai datangnya Tahun Baru Islam.

Sayangnya, bagi sebagian orang, pergantian tahun hanya berarti pergantian angka di kalender. Resolusi berganti, status media sosial diperbarui, ucapan selamat bertebaran, tetapi kebiasaan buruk tetap dipelihara dengan setia.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Padahal Muharram bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah alarm spiritual yang mengingatkan manusia bahwa umur terus berkurang, kesempatan bertobat semakin pendek, dan catatan amal terus bertambah.

Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “Syahrullah” (Bulan Allah), sebuah kehormatan yang tidak diberikan kepada bulan-bulan lainnya.

Karena itu, menyambut 1 Muharram tidak cukup hanya dengan memasang twibbon atau mengunggah kutipan motivasi Islami. Yang lebih penting adalah memperbarui hubungan dengan Allah SWT.

Berikut amalan-amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam 1 Muharram dan mengawali tahun baru Islam dengan keberkahan.

1. Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Tradisi membaca doa akhir dan awal tahun telah lama hidup di tengah masyarakat Muslim.

Menjelang berakhirnya Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon agar seluruh amal baik selama setahun diterima Allah SWT. Setelah masuk 1 Muharram, dilanjutkan dengan doa memohon perlindungan dan keberkahan untuk tahun yang baru.

Sebab tidak ada yang tahu apakah tahun ini menjadi awal perjalanan baru atau justru lembar terakhir kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201)

2. Puasa Sunnah Muharram, Ibadah yang Sangat Dicintai Rasulullah

Jika ingin memulai tahun dengan amalan istimewa, puasa sunnah Muharram adalah jawabannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Muslim)

Ironisnya, banyak orang rela antre berjam-jam demi diskon awal tahun, tetapi merasa berat menahan lapar beberapa jam demi pahala yang dijanjikan Allah.

Padahal keuntungan dunia sering berakhir di keranjang belanja, sementara pahala puasa tersimpan hingga akhirat.

3. Memperbanyak Dzikir dan Tilawah Al-Qur’an

Muharram adalah waktu yang tepat untuk melakukan “reset hati”.

Di tengah dunia yang penuh notifikasi, scrolling tanpa henti, dan perang komentar yang tak ada manfaatnya, dzikir menjadi cara terbaik membersihkan jiwa.

Daripada jempol sibuk mencari sensasi di media sosial, mengapa tidak menggunakannya untuk membuka mushaf dan membaca Al-Qur’an?

Sebab tidak sedikit orang yang hafal jadwal diskon marketplace, tetapi lupa kapan terakhir kali menyelesaikan satu juz Al-Qur’an.

4. Menghidupkan Malam dengan Shalat Sunnah

Malam 1 Muharram dapat diisi dengan berbagai shalat sunnah seperti:

  • Shalat Tahajud
  • Shalat Taubat
  • Shalat Hajat
  • Shalat Witir

Inilah saat yang tepat untuk menyampaikan segala harapan kepada Allah SWT.

Karena sesungguhnya, tidak semua persoalan hidup bisa diselesaikan oleh saldo rekening, koneksi pertemanan, atau kecerdasan intelektual.

Ada masalah yang hanya bisa dibuka jalan keluarnya melalui sujud panjang di sepertiga malam.

5. Bersedekah, Investasi yang Tidak Pernah Bangkrut

Awal tahun adalah momentum yang baik untuk memperbanyak sedekah.

Di dunia investasi, orang takut rugi.

Namun anehnya, ketika Allah menjanjikan balasan berlipat ganda, justru banyak yang ragu.

Padahal sedekah adalah satu-satunya transaksi yang dijamin tidak pernah merugi.

Harta yang ditahan bisa habis.

Harta yang diwariskan bisa diperebutkan.

Tetapi harta yang disedekahkan akan terus tumbuh menjadi pahala.

6. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Muharram bukan hanya tentang membuka lembaran baru, tetapi juga menutup rapat lembaran lama yang penuh kesalahan.

Berapa banyak dosa yang masih belum disesali?

Berapa banyak hati yang pernah disakiti?

Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia?

Karena itu, perbanyaklah istighfar.

Sebab tidak ada manusia yang bersih dari dosa, tetapi ada manusia yang mau kembali kepada Tuhannya sebelum terlambat.

7. Muhasabah: Audit Diri Sebelum Diaudit di Akhirat

Setiap perusahaan memiliki laporan tahunan.

Setiap kantor memiliki evaluasi kinerja.

Namun banyak manusia yang lupa membuat laporan amal untuk dirinya sendiri.

Malam 1 Muharram adalah waktu terbaik untuk bertanya kepada diri sendiri:

  • Apakah shalat saya lebih baik dibanding tahun lalu?
  • Apakah hubungan saya dengan orang tua semakin baik?
  • Apakah saya lebih banyak berbuat manfaat atau justru menambah masalah?

Muhasabah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi memastikan masa depan berjalan lebih baik.

8. Menyambung Silaturahmi yang Terputus

Tidak sedikit hubungan keluarga yang renggang hanya karena persoalan sepele.

Ada yang bertahun-tahun tidak saling menyapa hanya karena warisan.

Ada yang memutus komunikasi hanya karena perbedaan pilihan.

Padahal umur manusia tidak ada yang tahu.

Muharram menjadi momentum tepat untuk menghubungi kembali saudara, sahabat, dan kerabat yang lama tidak berkomunikasi.

Boleh jadi satu pesan sederhana menjadi jalan terbukanya keberkahan hidup.

9. Memohon Keberkahan untuk Tahun 1448 Hijriah

Di penghujung malam, jangan lupa berdoa.

Mohon kepada Allah SWT agar tahun baru ini menjadi tahun yang lebih baik daripada sebelumnya.

Bukan sekadar bertambah usia, tetapi bertambah iman.

Bukan sekadar bertambah penghasilan, tetapi bertambah keberkahan.

Bukan sekadar bertambah popularitas, tetapi bertambah amal saleh.

Tahun Baru Islam Bukan Sekadar Seremoni

Muharram datang setiap tahun, tetapi tidak semua orang diberi kesempatan menemuinya kembali.

Karena itu, jangan jadikan 1 Muharram sekadar perayaan simbolik yang berhenti pada ucapan “Selamat Tahun Baru Islam.”

Yang lebih penting adalah bertanya:

Apakah kita benar-benar menjadi manusia yang lebih baik daripada tahun lalu?

Sebab pergantian tahun tidak akan mengubah apa pun jika yang berubah hanya kalender di dinding, sementara hati tetap keras, ibadah tetap malas, dan dosa tetap dipelihara.

Muharram mengajarkan satu hal penting: waktu terus berjalan, usia terus berkurang, dan kematian terus mendekat.

Maka sebelum Allah mengganti tahun, sudah sepatutnya kita lebih dulu mengganti diri menjadi hamba yang lebih dekat kepada-Nya.

Selamat menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga Allah menjadikan tahun ini sebagai tahun penuh ampunan, keberkahan, dan kemenangan bagi umat Islam.***

BACA JUGA :  Kartini di Persimpangan: Islam, Feodalisme Jawa, dan Kolonialisme Eropa