Scroll untuk baca artikel
LampungUncategorized

Viral Warga Bangun Jalan Pakai Uang Sendiri, Bupati Lampung Timur Buka Suara soal Video “Izin Bu, Tahun Ini Kami Tak Bayar Pajak”

×

Viral Warga Bangun Jalan Pakai Uang Sendiri, Bupati Lampung Timur Buka Suara soal Video “Izin Bu, Tahun Ini Kami Tak Bayar Pajak”

Sebarkan artikel ini
Ela Siti Nuryamah Calon Bupati Lampung Timur - foto net
Ela Siti Nuryamah Bupati Lampung Timur - foto net

LAMPUNG TIMUR – Sebuah video yang menyentil sekaligus menyindir pemerintah daerah mendadak viral di media sosial. Dalam video itu, seorang warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribawono, Kabupaten Lampung Timur, melontarkan kalimat yang sukses memancing ribuan komentar netizen.

“Izin Bu Bupati, tahun ini kami tidak bayar pajak karena kami sedang membangun jalan sendiri.”

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kalimat singkat itu menjadi simbol kekecewaan warga yang memilih menyelesaikan persoalan infrastruktur dengan cara paling sederhana: urunan uang, tenaga, dan gotong royong.

Alih-alih menunggu proyek pemerintah yang tak kunjung datang, puluhan warga sejak Rabu (1/7/2026) turun langsung mengecor jalan lingkungan sepanjang sekitar satu kilometer. Semen, batu, pasir, konsumsi hingga ongkos tenaga kerja berasal dari swadaya masyarakat.

BACA JUGA :  Kader NasDem Tanggamus-Pringsewu Mengikuti Pendidikan Politik

Aksi tersebut pun menuai simpati luas. Di kolom komentar media sosial, banyak netizen menyebut gotong royong warga sebagai bukti bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian pembangunan.

Menanggapi video yang telanjur viral itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pemerintah daerah sebenarnya telah memantau kondisi jalan di wilayah tersebut.

Menurut Ela, Dusun Umbul Glimbung berada di kawasan register sehingga pembangunan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.

“Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani,” kata Ela saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

BACA JUGA :  Arah Baru Lamsel Dideklarasikan

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum mampu menjangkau seluruh ruas jalan yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, menurut Ela, gotong royong warga justru menjadi bentuk partisipasi masyarakat untuk mempercepat perbaikan di titik-titik yang belum masuk program pembangunan pemerintah.

“Di sejumlah titik memang masyarakat berinisiatif bergotong royong agar jalan bisa segera digunakan. Ada ruas sekitar satu kilometer yang diperbaiki secara swadaya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah,” ujarnya.

Ela juga menduga jalan yang muncul dalam video viral tersebut memang belum termasuk dalam tahapan pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah.

Meski demikian, ia memastikan aspirasi warga menjadi catatan penting bagi Pemkab Lampung Timur.

“Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan. Aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat,” katanya.

Di tengah berbagai slogan pembangunan, warga Umbul Glimbung justru memilih cara paling klasik: tidak berdebat, tidak membuat proposal berjilid-jilid, tidak menunggu janji lima tahunan. Mereka membeli semen, mengangkat batu, mencampur adukan, lalu membangun jalan sendiri.

Kalimat “izin Bu Bupati, tahun ini kami tidak bayar pajak” tentu bukanlah pernyataan hukum, melainkan bentuk satire yang lahir dari rasa frustrasi karena akses jalan belum kunjung memadai.

Ironisnya, video berdurasi singkat itu mungkin lebih cepat sampai ke meja pemerintah dibanding tumpukan usulan pembangunan yang selama ini beredar dari musyawarah desa hingga kabupaten.***