Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

Jelang Geruduk Mabes Polri, Warga Jabung Perantauan Matangkan Aksi Damai: “Keadilan Jangan Hanya Jadi Slogan”

×

Jelang Geruduk Mabes Polri, Warga Jabung Perantauan Matangkan Aksi Damai: “Keadilan Jangan Hanya Jadi Slogan”

Sebarkan artikel ini
Foto: Rapat yang berlangsung hingga larut malam itu dihadiri tokoh masyarakat, koordinator wilayah, serta perwakilan organisasi kepemudaan asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, (foto_rm)

TANGERANG – Gelombang tuntutan keadilan atas meninggalnya Joni Iskandar belum juga surut. Alih-alih mereda, solidaritas warga Jabung yang merantau justru semakin menguat. Mereka kini bersiap menggelar aksi damai di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), dengan harapan suara masyarakat tak berhenti sebagai gema yang hilang di lorong birokrasi.

Sebagai bagian dari persiapan, Keluarga Besar Anak Jabung di Perantauan wilayah Banten, Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Botabek) menggelar rapat konsolidasi di Aula Serba Guna Desa Gembong Cayur, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/6) malam.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Rapat yang berlangsung hingga larut malam itu dihadiri tokoh masyarakat, koordinator wilayah, serta perwakilan organisasi kepemudaan asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Agenda utamanya bukan sekadar menghitung jumlah peserta, tetapi memastikan aksi berlangsung tertib, damai, dan sesuai aturan hukum.

BACA JUGA :  Tak Mau Mati dalam Misteri! Keluarga Joni Iskandar Seret Dugaan Pelanggaran Etik ke Propam Mabes Polri

Koordinator aksi menegaskan, demonstrasi yang akan dilakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dijamin konstitusi, bukan upaya menciptakan kericuhan.

“Kami datang membawa harapan, bukan ancaman. Kami ingin keadilan ditegakkan secara objektif, profesional, dan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas pendataan peserta, pembagian armada keberangkatan, penunjukan koordinator lapangan, hingga mekanisme pengamanan internal agar seluruh peserta mematuhi aturan selama aksi berlangsung.

Seluruh peserta juga diingatkan untuk tidak mudah terpancing provokasi, menghindari tindakan anarkis, serta menghormati petugas keamanan yang bertugas mengawal jalannya demonstrasi.

BACA JUGA :  Kemensos Tetapkan Kulonprogro Sebagai KwSB ke 8

Panitia memastikan komunikasi dengan aparat kepolisian terus dilakukan sebagai bagian dari prosedur penyampaian pendapat di muka umum.

Menurut koordinator, aksi tersebut bertujuan meminta perhatian pimpinan Polri terhadap penanganan kasus meninggalnya Joni Iskandar yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Bagi para peserta, keadilan bukan sekadar kalimat yang indah dalam pidato atau slogan di spanduk. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan, akuntabel, dan mampu menjawab keraguan publik.

Menutup rapat, seluruh peserta menyerukan komitmen menjaga persatuan dan ketertiban dengan yel-yel, “Bersatu Kita Kuat, Kompak, Solid, Tertib, Damai. Aspirasi Disampaikan dengan Damai.”

BACA JUGA :  Film "Gundala" Tayang Akhir Agustus 2019

Panitia juga mengimbau seluruh warga Jabung, khususnya di perantauan, untuk tetap menjaga kondusivitas, menghormati proses hukum, serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rapat berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kekeluargaan. Kegiatan tersebut turut dipantau aparat kepolisian setempat guna memastikan seluruh rangkaian berlangsung kondusif.

Aksi damai ke Mabes Polri dalam waktu dekat diperkirakan akan menjadi perhatian publik. Kini, pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak massa yang akan hadir, melainkan apakah suara mereka akan benar-benar didengar. Sebab, dalam negara hukum, keadilan semestinya tidak hanya hadir dalam slogan, tetapi juga nyata dalam setiap proses penegakan hukum. ***