LAMPUNG TIMUR – Rencana pesta walimatul khitan yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan di Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, justru berubah menjadi tragedi berdarah, Kamis (2/7).
Seorang pria bernama Pendi (40) meninggal dunia setelah ditembak oleh tetangganya sendiri, Andi Rustam alias Popon. Peristiwa itu diduga dipicu perselisihan terkait pembagian undangan acara khitan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026.
Ironisnya, persoalan yang berawal dari urusan membagikan undangan berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang. Warga pun dibuat geger karena korban diketahui selama ini turut membantu persiapan hajatan di rumah pelaku.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, korban sebelumnya diminta membantu membagikan undangan. Namun hingga waktu yang dipersoalkan, undangan tersebut belum tersampaikan.
Dalam video yang beredar dan memperlihatkan proses awal pemeriksaan oleh petugas, Andi Rustam mengaku emosi setelah mempertanyakan soal undangan tersebut.
“Saya meminta tolong untuk membagikan undangan atau menitipkan ke dia, tapi belum diantarkan. Saat ditanya tetap saja ngotot,” ujar Popon dalam video yang beredar.
Informasi lain yang berkembang menyebut korban memberikan alasan bahwa undangan telah diserahkan kepada orang lain untuk dibagikan karena dirinya tidak bisa membaca dan menulis.
Peristiwa itu juga dipastikan berdampak pada rencana walimatul khitan yang sedianya digelar pada 7 Juli 2026.
Undangan telah lebih dahulu tersebar kepada masyarakat dengan agenda hiburan organ tunggal. Namun setelah insiden penembakan tersebut, warga memperkirakan seluruh rangkaian acara dipastikan batal.
Sindiran pahit pun bermunculan di tengah masyarakat. Hajatan yang semestinya diwarnai alunan musik dan ucapan selamat kini justru berganti garis polisi dan proses penyidikan.
Usai kejadian, Andi Rustam dilaporkan menyerahkan diri kepada aparat kepolisian.
Informasi yang berkembang menyebut pelaku memilih bersikap kooperatif dengan mendatangi polisi sehingga proses hukum dapat berjalan tanpa perlawanan.
Penyidik kini masih mendalami secara menyeluruh motif penembakan, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi serta alat bukti untuk memastikan kronologi peristiwa.
Sejumlah warga juga meminta aparat melakukan penyelidikan secara komprehensif, salah satunya melakukan tes urien terhadap pelaku sesuai prosedur hukum untuk memastikan seluruh aspek yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Lampung karena dipicu persoalan yang dinilai sangat sederhana, namun berujung pada tindak pidana serius.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi serta motif penembakan. Proses hukum terhadap tersangka akan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.***













