KOTA BEKASI – Di tengah gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin akrab dengan kursi kantor, kemacetan, dan gawai, olahraga rekreasi dinilai menjadi salah satu “obat murah” untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan.
Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menghadiri Musyawarah Kota (Muskot) III Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bekasi di Gedung Islamic Center Bekasi, Sabtu (18/7/2026).
Bagi Tri, KORMI bukan sekadar organisasi yang menggelar senam massal atau kegiatan olahraga di akhir pekan. Lebih dari itu, KORMI diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya masyarakat yang sehat, aktif, produktif, sekaligus mampu mengukir prestasi.
“Kalau olahraga hanya ramai saat ada lomba atau peringatan hari besar, itu namanya masih hobi. Yang kita bangun adalah budaya hidup sehat,” menjadi pesan yang tergambar dari sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri memberikan apresiasi kepada kepengurusan KORMI Kota Bekasi periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Wiwiek Hargono, yang telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus berbagai capaian organisasi selama empat tahun terakhir.
Salah satu capaian yang mendapat sorotan adalah keberhasilan KORMI Kota Bekasi meraih peringkat ketiga se-Jawa Barat pada Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) Jawa Barat VII.
Menurut Tri, prestasi tersebut membuktikan bahwa olahraga masyarakat bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, tetapi juga mampu membawa nama daerah bersaing di tingkat provinsi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran KORMI yang telah bekerja dengan penuh semangat. Prestasi yang berhasil diraih hingga membawa Kota Bekasi menempati peringkat ketiga di Jawa Barat merupakan kebanggaan kita bersama dan harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
Tri berharap kepengurusan KORMI yang akan datang tidak hanya melanjutkan program-program yang telah berjalan, tetapi juga menghadirkan inovasi agar semakin banyak masyarakat tertarik berolahraga.
Menurutnya, olahraga rekreasi memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar menjaga kebugaran.
Selain membangun pola hidup sehat, olahraga juga memperkuat interaksi sosial, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kalau tubuh sehat, peluang produktif pun ikut meningkat. Setidaknya, warga bisa mengejar target langkah harian, bukan hanya target cicilan bulanan.
“Saya berharap KORMI terus menjadi wadah yang mampu menyatukan berbagai komunitas olahraga masyarakat. Mari kita jadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat sekaligus media untuk melahirkan prestasi yang membanggakan,” kata Tri.
Tri menegaskan Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga, semakin besar pula peluang lahirnya atlet-atlet berbakat sekaligus terciptanya masyarakat yang lebih sehat.
Musyawarah Kota III KORMI sendiri berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain menjadi forum evaluasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum menyusun arah kebijakan baru agar olahraga rekreasi semakin berkembang di Kota Bekasi.***













