WAWAI NEWS – Ada satu aturan baru yang tampaknya harus dipahami seluruh peserta Piala Dunia 2026: jangan pernah merasa menang sebelum wasit meniup peluit akhir jika lawannya Argentina.
Kalau melanggar aturan itu, risikonya besar. Tanyakan saja kepada Inggris.
The Three Lions sudah berada di ambang final setelah Anthony Gordon membawa mereka unggul pada menit ke-55. Para suporter Inggris mulai bermimpi mengangkat trofi Jules Rimet modern, sementara sebagian pendukung Argentina mungkin sudah menggigit kuku.
Namun, mereka lupa satu hal.
Di turnamen ini, menit ke-80 ke atas adalah wilayah kekuasaan Lionel Messi dan Argentina.
Hasilnya benar-benar menyakitkan bagi Inggris.
Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85. Ketika pertandingan terlihat akan memasuki babak tambahan, Lautaro Martinez datang bak tokoh utama film drama, menyambar umpan matang Lionel Messi pada menit 90+2.
Boom!
Skor berubah menjadi 2-1.
Inggris pulang dengan kepala tertunduk.
Argentina melenggang ke final.
Sementara Lionel Messi? Kali ini ia tidak mencetak gol. Ia hanya “iseng” memberikan dua assist yang mengubur mimpi Inggris.
Kalau diibaratkan sebuah film, Messi bukan lagi aktor utama yang selalu muncul di layar. Kini ia menjadi sutradara yang mengatur seluruh jalan cerita.
Argentina, Raja Comeback dan Penguasa Menit-Menit Akhir

Kalau ada statistik yang paling menyeramkan di Piala Dunia 2026, maka itu adalah catatan Argentina.
Sebanyak 11 gol mereka lahir pada menit ke-79 hingga babak tambahan.
Artinya, saat kebanyakan tim mulai kehabisan tenaga, Argentina justru seperti baru selesai melakukan pemanasan.
Secara satir, banyak pendukung lawan mungkin mulai berharap FIFA membuat aturan baru:
“Pertandingan melawan Argentina cukup dimainkan sampai menit ke-78.”
Sayangnya, sepak bola tetap berlangsung selama 90 menit—dan itulah saat Argentina berubah menjadi monster.
1. Austria, Korban Pertama Kutukan Menit Akhir
Skor Akhir: Argentina 2-0 Austria
Argentina sebenarnya sudah unggul sejak babak pertama melalui Lionel Messi.
Namun Messi merasa kemenangan 1-0 belum cukup.
Pada menit 90+5, bola muntah hasil tembakannya kembali disambar menjadi gol kedua.
Gol ini bukan sekadar memperbesar kemenangan.
Inilah awal lahirnya “kutukan menit akhir” Argentina.
Gol telat: 90+5′
2. Yordania, Salah Memasang Pagar
Skor Akhir: Argentina 3-1 Yordania
Messi baru masuk dari bangku cadangan.
Baru beberapa menit bermain, ia memperoleh tendangan bebas.
Alih-alih menendang melambung, Messi melihat celah kecil di pagar hidup Yordania.
Bola menyusur tanah.
Gol.
Kiper hanya bisa menoleh.
Gol menit ke-80 memastikan Argentina menyapu bersih fase grup.
Kadang memang, lubang sekecil apa pun bisa menjadi jalan masuk bagi kejeniusan Messi.













