TANGGAMUS – Relokasi pedagang Pasar Penampungan Talangpadang akhirnya memasuki babak penentuan. Selasa (21/7/2026) pagi, Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengerahkan 270 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan untuk mengawal pemindahan pedagang ke Pasar Modern Talangpadang.
Operasi yang diklaim berlangsung humanis itu justru menyisakan satu fakta mencolok. Di tengah pengerahan ratusan aparat dan berbagai insentif yang ditawarkan pemerintah, baru 14 pedagang yang tercatat bersedia mendaftar dan menempati pasar baru.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa penolakan maupun keraguan pedagang belum benar-benar mencair.
Sejak pukul 05.00 WIB, ratusan personel telah bersiaga. Satu jam kemudian, petugas melakukan sosialisasi dari lapak ke lapak, mengajak pedagang berpindah secara sukarela. Setelah itu, tim mulai melakukan pembongkaran lapak dengan pendekatan persuasif.
Kasat Pol PP Tanggamus Ricardo Putrayasa menegaskan kehadiran aparat bukan untuk mengintimidasi pedagang.
“Kami hadir untuk mendampingi proses relokasi agar berjalan aman, tertib, dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan,” katanya.
Namun, di balik pernyataan tersebut, relokasi ini masih menyimpan pekerjaan rumah besar. Sebab sebelumnya para pedagang secara terbuka meminta adanya jaminan tertulis, kepastian hak berdagang, hingga mediasi resmi dengan pengelola Pasar Modern sebelum mereka bersedia meninggalkan pasar penampungan.
Kepala Dinas Koperindag Tanggamus Andi Dermawan mengatakan pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan, mulai dari pembebasan biaya sewa los hingga retribusi selama enam bulan.
“Pemerintah berharap seluruh pedagang dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan agar aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan insentif tersebut belum cukup untuk menggerakkan mayoritas pedagang.
Relokasi yang digadang-gadang menjadi solusi penataan kawasan perdagangan kini memasuki ujian sesungguhnya. Bukan sekadar memindahkan lapak, tetapi membangun kembali kepercayaan para pedagang yang selama ini khawatir kehilangan pelanggan dan sumber penghidupan.
Dengan baru belasan pedagang yang berpindah, keberhasilan relokasi Pasar Talangpadang masih akan ditentukan pada hari-hari berikutnya. Pemerintah dituntut membuktikan bahwa pasar baru bukan sekadar bangunan yang lebih megah, tetapi benar-benar mampu menjadi pusat perdagangan yang hidup dan menjamin keberlangsungan ekonomi para pedagang. ***













