TANGGAMUS – Misteri di balik puluhan warga yang mendadak sakit setelah menyantap bubur sumsum kini menjadi perhatian serius aparat. Polsek Wonosobo bersama Satreskrim Polres Tanggamus bergerak cepat menyelidiki dugaan keracunan massal yang menimpa warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.
Tak hanya memburu penyebab pasti insiden tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah bahan baku pembuat bubur untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah ada kandungan berbahaya yang memicu puluhan warga mengalami gejala keracunan.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, mengatakan hingga Rabu (22/7/2026) sore, jumlah korban bertambah menjadi 55 orang. Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang keliling berinisial J (42) pada Senin (20/7/2026).
“Pedagang mengaku membawa sekitar 100 cup bubur dan seluruhnya habis terjual. Beberapa jam setelah dikonsumsi, banyak warga mulai mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, diare, hingga tubuh lemas,” ujarnya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Dari total korban, 49 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara enam korban lainnya masih dirawat di Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Siring Betik, meski kondisinya dilaporkan terus membaik.
Polisi bersama Dinas Kesehatan, tim epidemiologi, TNI, pemerintah kecamatan, hingga aparat pekon langsung turun ke lapangan melakukan pendataan, pemeriksaan, serta pengumpulan keterangan dari para saksi.
Karena bubur yang diduga menjadi penyebab sudah habis terjual, penyidik mengamankan seluruh bahan baku yang masih tersisa, mulai dari tepung beras, tepung terigu, tepung maizena, susu, santan, pasta pandan, gula merah, sekoteng, hingga air rebusan. Seluruh sampel kini sedang diuji di Labkesda untuk mengungkap sumber dugaan keracunan.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium. Selain itu, penyidik juga mendalami apakah dalam peristiwa ini terdapat unsur pidana,” tegas Iptu Primadona.
Di sisi lain, polisi juga mengantisipasi munculnya keresahan masyarakat. Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk rutin menyambangi keluarga korban, sementara patroli dialogis ditingkatkan di wilayah Pekon Dadimulyo guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Kapolsek mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat.
“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik sekaligus mengungkap penyebab pasti kejadian ini. Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar,” pungkasnya. ***













