Scroll untuk baca artikel
KesehatanTANGGAMUS

Geger di Tanggamus! Puluhan Warga Tumbang Massal Usai Santap Bubur Sumsum, Dinkes Turun Tangan Selidiki Penyebab

×

Geger di Tanggamus! Puluhan Warga Tumbang Massal Usai Santap Bubur Sumsum, Dinkes Turun Tangan Selidiki Penyebab

Sebarkan artikel ini
Petugas kesehatan memberikan pelayanan dan pendataan terhadap warga yang diduga mengalami keracunan makanan di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.(Foto: Hardi Suprapto)

TANGGAMUS – Suasana tenang di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, mendadak berubah mencekam. Puluhan warga dari berbagai usia jatuh sakit hampir bersamaan setelah menyantap bubur sumsum yang dibeli dari seorang pedagang keliling. Dalam hitungan jam, korban berdatangan mengeluhkan pusing, mual, muntah, diare hingga demam, memicu dugaan kuat terjadinya keracunan makanan.

Sebagaimana dilansir dari INews Pringsewu, hingga pendataan sementara, 52 orang dilaporkan terdampak. Rinciannya, 49 warga Pekon Dadimulyo dan tiga warga Pekon Banyurip. Sebagian korban harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Sanggi dan Puskesmas Wonosobo karena kondisi fisik yang terus melemah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala Pekon Dadimulyo, Sukadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, seluruh korban memiliki riwayat mengonsumsi bubur sumsum dari pedagang yang sama sebelum mengalami gejala serupa.

BACA JUGA :  Balai Penyuluhan Pertanian Wonosobo Sunyi Senyap! Petani Ada, Penyuluhnya Entah di Mana?

“Benar, ada sekitar 49 warga Dadimulyo dan tiga warga Banyurip yang mengalami pusing, mual, muntah, diare, dan demam,” ujarnya.

Ironisnya, pedagang bubur sumsum berinisial J diketahui telah berjualan di wilayah tersebut selama lebih dari satu dekade dan selama ini dikenal masyarakat. Tidak ada yang menyangka jajanan yang biasa disantap warga itu diduga menjadi pemicu insiden yang membuat puluhan orang tumbang dalam waktu hampir bersamaan.

Beberapa korban yang menjalani perawatan di antaranya Rini Septiana (14), Wagiyem (66), Nurmaini (44), dan Yeni Anggraini (26). Mayoritas mengalami gejala beberapa jam setelah mengonsumsi bubur tersebut.

Merespons kejadian itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus langsung mengaktifkan penanganan darurat. Tim medis diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan, mendata korban, sekaligus melakukan penyelidikan epidemiologi guna mengungkap penyebab pasti kejadian.

BACA JUGA :  Terungkap Nakes yang Dicampakkan Oknum Anggota Dewan Tanggamus Pernah Minta Bantuan Pengacara

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Hernov, memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis secepat mungkin.

“Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk menyisir dan mendata korban, serta memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan medis secepatnya,” katanya.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan sampel bubur sumsum beserta bahan bakunya untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah makanan tersebut benar menjadi penyebab keracunan massal.

“Sampel bahan mentah dan bubur sudah kami ambil dan segera dikirim ke Labkesda Provinsi Lampung untuk dilakukan uji laboratorium,” jelas dr. Hernov.

BACA JUGA :  Air Kelapa Menyegarkan, Tapi Tidak Selalu Cocok untuk Semua Orang

Sementara itu, tim kesehatan dari Puskesmas Banjar Negoro membuka posko kesehatan darurat dan melakukan penyisiran dari rumah ke rumah guna mengantisipasi adanya korban lain yang belum melapor.

Hingga kini, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pendataan terus dilakukan. Pemerintah mengimbau masyarakat yang sempat mengonsumsi bubur sumsum tersebut dan mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, diare, pusing, maupun demam agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. ***