Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Kemarau Mulai Menggigit, Pemkot Bekasi Siaga Amankan Pasokan Air Bersih dan Percepat Mitigasi Kekeringan

×

Kemarau Mulai Menggigit, Pemkot Bekasi Siaga Amankan Pasokan Air Bersih dan Percepat Mitigasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Kondisi Kali Bekasi, mulai menyusut dampak kemarau dan cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir ini, foto disambil Senin 2 September 2024
Kondisi Kali Bekasi, mulai menyusut dampak kemarau dan cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir ini,

KOTA BEKASI – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kota Bekasi. Debit air di sejumlah sungai, termasuk Kali Bekasi, perlahan mengalami penyusutan. Kondisi ini menjadi sinyal bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk bergerak lebih cepat agar masyarakat tidak mengalami krisis air bersih apabila kemarau berlangsung lebih panjang.

Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan serangkaian langkah strategis, mulai dari mengajak masyarakat menghemat penggunaan air, mengoptimalkan sumber air baku, hingga memperkuat cadangan air melalui pembangunan infrastruktur konservasi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun kesadaran masyarakat agar menggunakan air secara lebih bijak.

BACA JUGA :  Aklamasi, Gunawan Pimpin Kadin Kota Bekasi

“Yang paling utama adalah kita melakukan efisiensi betul terkait dengan penggunaan air yang ada,” ujar Tri Adhianto, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, penghematan menjadi cara paling efektif untuk menjaga ketersediaan air ketika debit sungai maupun sumber air baku terus mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Selain mengedepankan efisiensi, Pemerintah Kota Bekasi juga terus mengoptimalkan berbagai sumber air baku agar pelayanan air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Patriot tetap berjalan normal.

Langkah tersebut dinilai penting agar distribusi air tidak terganggu meskipun musim kemarau berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

“Kita mencari sumber-sumber air baku yang harus kita optimalkan agar distribusi air kepada masyarakat yang hari ini terlayani oleh PDAM tetap berjalan dengan baik,” jelas Tri.

BACA JUGA :  PPOT Kota Bekasi Bingung Mudik Dilarang, Tapi Ada Pos Pemeriksaan?

Pemerintah berharap optimalisasi sumber air tersebut mampu menjaga kontinuitas pelayanan bagi ribuan pelanggan yang bergantung pada pasokan air perpipaan.

Pemkot Bekasi juga mengandalkan berbagai infrastruktur konservasi air yang mulai dibangun sejak tahun 2022.

Program pembangunan sumur resapan dan lubang biopori dinilai tidak hanya membantu mengurangi genangan saat musim hujan, tetapi juga berfungsi sebagai penyimpan cadangan air tanah ketika musim kemarau tiba.

“Apa yang sudah kita inisiasi sejak 2022, seperti pembangunan sumur resapan dan biopori yang terus dikembangkan, mudah-mudahan mampu menjadi cadangan air yang kita miliki saat ini,” katanya.

BACA JUGA :  Tri Adhianto: Parsel Lebaran Harus Prioritaskan Produk UMKM Lokal

Selain itu, sejumlah folder penampungan air yang telah dibangun juga dipersiapkan sebagai bagian dari sistem cadangan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Menurut Tri, keberadaan infrastruktur tersebut menjadi salah satu investasi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan sumber daya air Kota Bekasi.

Di sisi lain, penyusutan debit Kali Bekasi kembali mengingatkan pentingnya percepatan normalisasi sungai.

Namun, Tri menegaskan pekerjaan tersebut tidak sesederhana mengeruk sedimentasi.

Normalisasi juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas tanggul agar mampu mengurangi risiko banjir ketika musim penghujan kembali datang.

“Pekerjaan ini berpacu dengan waktu. Bukan hanya terkait sedimentasi, tetapi juga bagaimana mengoptimalkan peninggian tanggul yang ada,” ujarnya.***