Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Bukan Cuma Lomba 17-an! Warga Jakarta Dapat Hadiah Cek Kesehatan Gratis

×

Bukan Cuma Lomba 17-an! Warga Jakarta Dapat Hadiah Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini
Foto: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli

JAKARTA — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia biasanya identik dengan lomba makan kerupuk, panjat pinang, hingga berbagai permainan yang mengundang tawa. Namun, ada cara berbeda merayakan kemerdekaan tahun ini.

Warga di wilayah Jagakarsa dan Matraman, Jakarta, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Layanan tersebut digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jakarta, Selasa (18/8/2026), dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Warga yang datang bisa melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Mulai dari tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat.

BACA JUGA :  Wali Kota Bekasi di Rakornas: Perang Melawan ODOL, Demi Jalan yang Tak Lagi “Babak Belur”

Tak berhenti di sana, masyarakat juga mendapat kesempatan menjalani pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV) dan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.

Bagi sebagian warga, layanan tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi tubuh tanpa harus menunggu munculnya keluhan.

Sebab, sejumlah gangguan kesehatan kerap tidak langsung terasa. Pemeriksaan lebih dini dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan pola hidup sehari-hari.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

«“Kemerdekaan harus dimaknai dengan terus menghadirkan manfaat dan perhatian bagi masyarakat. Kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujar Yassierli.»

BACA JUGA :  Aktivis Forkot 98 Mendukung Langkah Ubed Laporkan Putra Jokowi ke KPK

Ia menilai keberadaan unit pelaksana teknis di lingkungan Kemnaker dapat dimanfaatkan untuk memperluas manfaat pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya berkutat pada urusan ketenagakerjaan, unit tersebut juga dinilai memiliki ruang untuk memberikan edukasi serta mendorong upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Yassierli mengapresiasi pelaksanaan layanan kesehatan gratis oleh Balai Besar K3 Jakarta.

Ia berharap kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti ini dapat terus dikembangkan.

“Kita menginginkan semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat langsung. Kepedulian terhadap kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pesan Kemerdekaan Palestina di Pelantikan PP KAMMI

Momentum kemerdekaan pun menjadi lebih dari sekadar perayaan.

Jika lomba 17-an menghadirkan kegembiraan sesaat, pemeriksaan kesehatan memberikan sesuatu yang manfaatnya bisa berlanjut setelah acara berakhir: kesadaran untuk mengenali dan menjaga kondisi tubuh.

Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas memang tidak cukup hanya dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan. Masyarakat juga membutuhkan kondisi kesehatan yang baik agar dapat belajar, bekerja, berkarya, dan berkontribusi secara optimal.

Melalui layanan gratis tersebut, warga diharapkan tidak hanya mengetahui hasil pemeriksaan pada hari itu, tetapi juga mulai membangun kebiasaan hidup sehat.

Kemerdekaan akhirnya bukan sekadar soal merah putih berkibar. Ketika pelayanan hadir dan masyarakat merasakan manfaatnya, semangat kemerdekaan menjadi lebih nyata. ***