JAKARTA — Jakarta kembali bersiap menghadapi aksi penyampaian aspirasi. Dua kelompok organisasi telah menyampaikan pemberitahuan kepada Polda Metro Jaya terkait rencana demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Isu yang akan dibawa adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Namun di tengah rencana aksi tersebut, polisi meminta masyarakat tidak perlu cemas. Polda Metro Jaya memastikan situasi Ibu Kota masih aman dan aktivitas warga tetap berjalan normal.
“Kami sampaikan kepada seluruh warga, situasi dan kondisi DKI Jakarta dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Dua kelompok yang telah menyampaikan pemberitahuan aksi tersebut adalah DPP Brigade Merah Putih Indonesia dan Aliansi Tiga Pilar Demokrasi Bogor Raya.
Masing-masing kelompok diperkirakan membawa sekitar 100 hingga 200 orang untuk menyampaikan aspirasi di sekitar Gedung DPR RI.
Polda Metro Jaya masih memantau perkembangan jumlah peserta dan dinamika massa yang akan hadir.
Rapat koordinasi akan digelar untuk menentukan pola pengamanan dan pelayanan di lapangan.
Polisi menegaskan pengamanan tidak hanya bertujuan menjaga demonstrasi tetap tertib dan damai, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional apabila jumlah massa meningkat dan mulai berdampak pada arus kendaraan.
“Kami selalu mengutamakan kepentingan seluruh masyarakat. Baik warga yang menyampaikan aspirasi maupun warga yang menjalani aktivitas rutin sehari-hari,” tegas Budi.
Artinya, Jakarta tidak akan otomatis berubah menjadi kota dengan mode “silakan putar balik” hanya karena ada aksi. Namun, pengendara tetap perlu bersiap jika situasi massa di lapangan berkembang.
Polda Metro Jaya mencatat, pada hari yang sama terdapat 71 kegiatan penyampaian aspirasi di sejumlah titik Jakarta.
Aksi berlangsung di kawasan Gedung DPR RI, sejumlah kementerian hingga Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Selain pengamanan demonstrasi, polisi juga memberikan pelayanan keamanan terhadap 16 kegiatan masyarakat lainnya, mulai dari konser musik, Jambore Nasional hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Jumlah tersebut menunjukkan Jakarta tetap bergerak dengan aktivitas yang padat.
Di satu sisi ada warga yang menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, ada konser, kegiatan masyarakat, urusan pemerintahan hingga warga yang sekadar ingin pulang tanpa harus terjebak kemacetan.
Ibu Kota memang tidak pernah benar-benar sepi. Ketika satu kelompok membawa poster, kelompok lain membawa pengeras suara, sementara sebagian warga hanya membawa harapan agar jalanan tetap lancar.
Menjelang aksi 27 Agustus, Polda Metro Jaya memastikan skema pengamanan akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi.
Kepolisian mengimbau seluruh pihak menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi secara damai.
Bagi masyarakat yang tidak terlibat aksi, polisi meminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Dengan pengamanan yang disiapkan secara situasional, Polda Metro Jaya berharap penyampaian aspirasi tetap dapat berjalan tanpa mengganggu hak masyarakat lainnya. Aspirasi boleh lantang, tetapi ketertiban tetap harus dijaga.***













