Scroll untuk baca artikel
INFO WAWAI

Sholat Isyraq: Ketentuan, Waktu, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya

×

Sholat Isyraq: Ketentuan, Waktu, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi/Shalat
Ilustrasi/Shalat

WAWAI NEWS — Sholat Isyraq atau yang juga dikenal sebagai sholat Syuruq merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit dan telah melewati waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat.

Dalam praktiknya, sholat Isyraq dilakukan ketika matahari mulai naik sekitar satu atau dua tombak. Jika dihitung berdasarkan ukuran waktu sekarang, umumnya sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Waktu tersebut juga merupakan awal masuknya waktu sholat Dhuha.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Secara bahasa, kata Isyraq berasal dari istilah Arab yang berkaitan dengan terbitnya matahari. Karena itu, sholat ini memiliki kaitan erat dengan waktu setelah matahari terbit.

BACA JUGA :  Tarian Sufi, Gerakan Berputar Menuju Kedamaian Spiritual

Dalam pembahasan fikih, terdapat perbedaan pendapat mengenai hubungan sholat Isyraq dengan sholat Dhuha.

Imam al-Ghazali, Imam as-Suyuthi dan Syekh Alil Muttaqi al-Hindi termasuk ulama yang membedakan sholat Isyraq dari sholat Dhuha. Sementara itu, mayoritas ulama memandang sholat Isyraq sebagai bagian dari sholat Dhuha.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian berpengaruh pada pembahasan mengenai ketentuan masing-masing sholat.

BACA JUGA :  Inspirasi, Ahsan Anak 9 Tahun Sudah Hafiz Qur'an, Begini Penjelasannya

Dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, al-‘Urfus Syadzi Syarhu Sunanit Tirmidzi dan Tuhfatul Ahwadzi, pembahasan mengenai sholat Isyraq disebutkan dalam konteks waktu dan pelaksanaannya.

Dalil Sholat Isyraq

Salah satu hadis yang menjadi dasar pembahasan mengenai sholat Isyraq adalah riwayat dari Ali bin Abi Thalib.

Dalam hadis tersebut disebutkan:

كَانَ إِذَا أَشْرَقَتْ وَارْتَفَعَتْ قَامَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَإِذَا انْبَسَطَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ فِي رُبُعِ النَّهَارِ مِنْ جَانِبِ الْمَشْرِقِ صَلَّى أَرْبَعًا

Artinya:

“Ketika matahari terbit dan mulai naik satu atau dua tombak, Rasulullah ﷺ berdiri lalu mengerjakan sholat dua rakaat. Ketika matahari telah meninggi dari arah timur dan telah mencapai seperempat siang, beliau melaksanakan sholat empat rakaat.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib.

Riwayat lain juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan sholat dua rakaat setelah matahari naik dari tempat terbitnya sekitar satu atau dua tombak. Setelah itu beliau tidak langsung melaksanakan sholat lagi sampai waktu Dhuha telah naik, kemudian mengerjakan empat rakaat.