Scroll untuk baca artikel
KABAR DESALAMPUNG

Beli Mobil Bekas Pakai Dana Desa, Empat Tahun Ambulans Tulung Singkip Belum Balik Nama

×

Beli Mobil Bekas Pakai Dana Desa, Empat Tahun Ambulans Tulung Singkip Belum Balik Nama

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi

LAMPUNG UTARA — Ada ambulans yang tugasnya mengantar orang sakit ke fasilitas kesehatan. Ada pula ambulans yang tampaknya sedang menderita penyakit administrasi.

Namanya ambulans Desa Tulung Singkip, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Mobil ini dibeli menggunakan Dana Desa pada 2022. Empat tahun berlalu, kendaraan tersebut disebut belum juga beres legalitasnya atas nama Pemerintah Desa Tulung Singkip.

Kalau ambulans biasanya berpacu dengan waktu, ambulans yang satu ini justru seperti sedang mengikuti lomba lari administrasi: start pada 2022, tetapi garis finisnya belum kelihatan.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Desa Tulung Singkip, Sariyo, saat dikonfirmasi Wawai News di kantor desa setempat, pada 14 September 2026.

BACA JUGA :  Bawaslu Panggil Empat Kades, Terkait Pertemuan Tiga Sekdes dengan Zaiful

Menurut Sariyo, ambulans itu dibeli pada 2022, saat desa masih dipimpin kepala desa sebelumnya. Kondisinya bekas dengan harga sekitar Rp100 juta. Kemudian dimodifikasi dengan biaya sekitar Rp30 juta.

Masalahnya, sejak dibeli, kendaraan tersebut disebut sudah membawa “penyakit bawaan”, pajaknya mati selama sekitar delapan tahun.

“Pengadaannya tahun 2022, kondisi mobil bekas plat B, harga Rp100 juta. Modifikasinya habis Rp30 juta, sedangkan saat itu posisi pajaknya mati 8 tahun,” ujar Sariyo.

Jadi, belum apa-apa sudah ada tunggakan delapan tahun.

Pada 2023, setelah kepala desa saat ini, Didit, memimpin, pemerintah desa kembali menganggarkan sekitar Rp24 juta untuk keperluan mutasi dan balik nama.

BACA JUGA :  Imbas Peristiwa Berdarah di Desa Negara Batin, Lembaga Adat Sebut Polisi Gagal Ciptakan Harkamtibmas di Jabung

Urusan pun diserahkan kepada biro jasa. Namun, birokrasi rupanya memiliki konsep waktu sendiri.

Menurut Sariyo, setelah sekitar satu setengah tahun, proses tersebut belum kunjung selesai.

“Waktu itu dana Rp24 juta kami kasih ke biro jasa untuk kepengurusan balik nama. Sudah berjalan satu tahun setengah tidak jadi-jadi,” katanya.

Kalau ini film, mungkin penonton sudah bertanya “Ini ambulans atau proyek tol?”

Karena saking lamanya, pemerintah desa akhirnya menarik kembali dana tersebut.

Pada sekitar April 2025, pengurusan kemudian dipercayakan kepada Solihin, salah seorang anggota BPD Tulung Singkip. Kini, prosesnya disebut masih berjalan.

BACA JUGA :  Taman Wisata Way Tebabang Dipadati Pengunjung Saat Libur Tahun Baru, Tarif Masuk Terjangkau

Bahkan Kepala Desa Tulung Singkip, Didit menimpali bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Solihin dan berharap pada 28 September 2026 berkas ambulans tersebut sudah selesai.

“Saya telepon tadi, tanggal 28 nanti sudah selesai berkasnya,” ujar Didit

Artinya, setelah empat tahun perjalanan, ambulans ini mungkin sebentar lagi mendapatkan sesuatu yang selama ini ditunggu-tunggu, identitas resmi.

Sebab, membeli mobil ternyata tidak selalu berarti langsung memiliki mobil secara administrasi.

Bisa jadi seperti hubungan asmara, sudah lama bersama, sudah keluar banyak biaya, tetapi statusnya belum juga jelas.

Berdasarkan keterangan pemerintah desa, nilai yang berkaitan dengan kendaraan tersebut cukup besar.