KOTA BEKASI – Kalau biasanya malam minggu identik dengan macet, kafe penuh, dan dompet menipis, suasana berbeda justru terlihat di kawasan Plaza Patriot Candrabhaga, Sabtu malam (16/5/2026).
Ribuan cahaya balon warna-warni memenuhi ruang terbuka di jantung Kota Bekasi itu. Dari kejauhan, kawasan Plaza Patriot tampak seperti lautan lampu mini yang sukses mencuri perhatian pengguna jalan di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Warga pun tumpah ruah. Anak-anak berlarian membawa balon bercahaya, remaja sibuk membuat konten media sosial, sementara orang tua menikmati suasana malam yang mendadak terasa lebih hidup dari biasanya.
Festival Balon yang digelar di kawasan tersebut berubah menjadi magnet hiburan murah meriah bagi masyarakat. Bukan hanya warga Kota Bekasi, pengunjung dari wilayah Kabupaten Bekasi hingga luar kota juga ikut berdatangan.
Fenomena ini seolah menjadi bukti bahwa warga perkotaan sebenarnya tidak selalu butuh hiburan mahal. Kadang cukup balon warna-warni, ruang publik yang nyaman, dan jajanan kaki lima—malam minggu pun terasa menyenangkan.
“Saya dari Babelan datang ke sini buat nikmatin Festival Balon. Ternyata seru juga, banyak pengunjungnya jadi bisa nikmatin malam mingguan,” ujar Nisa, salah satu pengunjung.
Sejak pukul 20.00 WIB, kawasan festival sudah dipadati warga. Bahkan menjelang tengah malam, arus pengunjung masih terus berdatangan. Plaza Patriot yang biasanya hanya jadi lokasi olahraga dan aktivitas santai kini berubah seperti pasar malam modern versi Gen Z.
Di sepanjang area festival, pedagang balon berjajar menawarkan berbagai bentuk dan warna dengan harga terjangkau, sekitar Rp10 ribu per buah. Harga yang cukup bersahabat di tengah situasi ekonomi yang kadang membuat sebagian warga harus berpikir dua kali bahkan untuk sekadar nongkrong di pusat perbelanjaan.
Tak hanya pedagang balon, festival ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM lokal. Penjual makanan ringan, minuman, jajanan kekinian hingga mainan anak tampak kebanjiran pembeli.
Satirnya, di saat pusat perbelanjaan berlomba menawarkan diskon besar, ruang publik gratis justru sukses menjadi tempat warga benar-benar berkumpul dan menikmati kota mereka sendiri.
Wali Kota Tri Adhianto menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bahwa ruang terbuka publik di Kota Bekasi mulai hidup dan memberi dampak ekonomi nyata.
“Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendukung kegiatan positif yang tidak hanya menghibur keluarga, tetapi juga membantu memutar roda ekonomi para pelaku UMKM kita,” ujar Tri.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan area publik agar kegiatan serupa dapat terus berkembang.
Meski berlangsung meriah, kondisi lokasi yang padat membuat pengunjung diminta tetap waspada terhadap barang bawaan dan anak-anak yang ikut dalam keramaian.
Sebab di tengah lautan balon dan suasana penuh tawa itu, satu hal yang paling terasa adalah bagaimana ruang publik ternyata masih punya kekuatan sederhana: membuat warga kota berhenti sejenak dari rutinitas, lalu menikmati malam tanpa harus takut saldo rekening langsung kritis keesokan harinya.***













