BEKASI — Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Bekasi menggelar Festival dan Pagelaran Budaya Nusantara di Gedung Juang 45, Tambun, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan berbagai kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Festival diawali dengan registrasi peserta dan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan Parade Budaya Nusantara, pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, tari pembuka, pembacaan doa, serta laporan ketua panitia.
Sejumlah kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya lomba mewarnai, lomba paduan suara, lomba bajamba, Isoma, hiburan budaya tari piring, hingga lomba menari. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba.
Sejumlah tamu undangan juga hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Rebecka Hutabarat, S.M., Sekretaris Dewan Kebudayaan Bapak Rafig, Ketua Federasi Pencak Silat Indonesia (FPSI) Kabupaten Bekasi Bapak H. Arma, Ketua BKBB Ninin Tanjung, desainer dan seniman Indonesia Bunda Ida Leman, Ketua Alisa Ibu Funi, Ketua FPK Kabupaten Bekasi KH Ahmad Ghufron, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Budi, MM.
Desmon Roza: Kebudayaan Nusantara Harus Dikenalkan kepada Generasi Muda
Ketua IKM Kabupaten Bekasi Dr. Desmon Roza, Sp.OG, mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival dan Pagelaran Budaya Nusantara tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan kebudayaan Minangkabau.
Menurutnya, IKM ingin mengambil bagian dalam memperkenalkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia secara lebih luas.
“Kita ingin agar kebudayaan bukan saja dari Minang, tetapi kebudayaan dari seluruh Indonesia dapat terus dikenalkan kepada generasi muda. Indonesia memiliki begitu banyak budaya, seni, tradisi dan kearifan lokal yang merupakan kekayaan bangsa,” ujar Dr. Desmon Roza, Sp.OG
Ia menilai, pengenalan budaya kepada generasi muda menjadi penting di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi yang membuat anak-anak muda semakin dekat dengan berbagai budaya dari luar negeri.
Karena itu, menurut Desmon, kegiatan seperti festival budaya harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan anak-anak dan generasi muda secara langsung.
“Jangan sampai generasi kita hanya mengenal budaya dari luar, sementara budaya daerahnya sendiri justru semakin jauh. Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak bisa melihat, mempelajari dan ikut tampil sehingga mereka memiliki rasa bangga terhadap budaya Indonesia,” katanya.
Dr. Desmon Roza, Sp.OG berharap Festival dan Pagelaran Budaya Nusantara dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, keberagaman bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan yang dapat mempererat persatuan.
“Kita ingin menunjukkan bahwa budaya Minang, Jawa, Sunda, Batak, Betawi dan budaya daerah lainnya memiliki tempat yang sama sebagai bagian dari kekayaan Indonesia. Semuanya harus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas budaya, organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah untuk bersama-sama memberikan ruang kepada generasi muda agar dapat mengenal dan mengembangkan kebudayaan Nusantara.
Festival tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga identitas budaya Indonesia sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap keberagaman Nusantara kepada generasi muda. ***













