Pada awal syariat puasa, umat Islam diperbolehkan makan, minum, dan melakukan hubungan seks suami-istri setelah berbuka hingga shalat Isya dan tidur.
Setelah melakukan saalat Isya dan tidur, mereka tidak diperbolehkan lagi untuk makan, minum, atau berhubungan seks hingga tiba saatnya waktu berbuka.
BACA JUGA: Begini, 10 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh
Namun, praktik ini benar-benar menyulitkan umat Islam sehingga tidak sedikit yang melanggar larangan tersebut.
Lalu, Allah swt menurunkan sebuah ayat yang dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 187.
Dalam surah itu menyatakan, umat Islam diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan intim dengan para istrinya sepanjang malam bulan puasa hingga terbit fajar.
BACA JUGA: Fraksi Golkar Bagikan 1000 Masker dan Ratusan Takjil Jelang Buka Puasa
Tentu saja ayat tersebut disambut gembira oleh umat Islam kala itu sembari memanjatkan syukur atas kasih sayang Allah swt.
Itu lah penjabaran dari sejarah puasa Ramadhan yang dilansir dari NU Online, semoga dengan membaca sejarah tersebut, menjadikan kita lebih semangat lagi menjalankan ibadah puasa wajib (Ramadhan) ini.
Semoga juga bisa mengerjakan puasa yang sunnah, seperti Senin-Kamis, Dawud, dan Ayyamul Bidh. (***)












