KOTA BEKASI — Kecelakaan tragis melibatkan kereta api antarkota KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB ini menimbulkan korban jiwa dan puluhan luka, sementara proses evakuasi masih terus berlangsung hingga larut malam.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan sementara, sedikitnya tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 29 korban luka telah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Informasi sementara, sudah ada 38 korban yang dievakuasi ke rumah sakit dan 4 orang meninggal dunia. Namun jumlah ini masih bisa bertambah,” ujar Dasco saat meninjau langsung lokasi kejadian.
Dalam peninjauan tersebut, Dasco didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Raffi Ahmad, Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.
Proses evakuasi di lokasi kejadian berlangsung dramatis. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, serta tim medis harus bekerja ekstra keras mengevakuasi penumpang yang terjebak di dalam gerbong, terutama pada bagian KRL yang mengalami kerusakan parah.
Dasco mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam proses penyelamatan adalah sempitnya ruang di dalam gerbong yang ringsek, sehingga banyak korban ditemukan dalam kondisi terjepit.
“Masih ada kemungkinan korban bertambah, melihat kondisi evakuasi yang cukup sulit. Kita berharap proses ini bisa segera selesai,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk menangani dampak kecelakaan ini. Ia turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan korban. Semua harus tertangani dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bekasi juga telah menyiagakan rumah sakit di sekitar lokasi, armada ambulans, serta tenaga kesehatan untuk mempercepat penanganan korban. Selain itu, posko informasi dan pendampingan keluarga korban juga telah disiapkan.
Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan dalam penanganan insiden ini. Selain evakuasi, aparat juga melakukan pengamanan lokasi dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar area kejadian.
Dasco mengapresiasi kerja cepat dan sinergi antarinstansi dalam menangani situasi darurat tersebut.
“Saya melihat petugas dari TNI, Polri, dan SAR bekerja sangat kompak di lapangan,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada adanya gangguan di lintasan, namun belum ada keterangan resmi yang dapat dipastikan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi kejadian guna memberikan ruang bagi petugas dalam menjalankan proses evakuasi.
Pemerintah juga memastikan bahwa informasi resmi akan terus diperbarui secara berkala seiring perkembangan di lapangan.***












