Scroll untuk baca artikel
Lampung

Bupati Ela Gelar Kongkow Bareng Ormas-LSM, OPD Diingatkan Jangan Main Rahasia soal Anggaran

×

Bupati Ela Gelar Kongkow Bareng Ormas-LSM, OPD Diingatkan Jangan Main Rahasia soal Anggaran

Sebarkan artikel ini
Bupati Ela hadir dalam kongkow bareng Ormas, LSM dan organisasi Pers yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Rabu (22/4) - foto Luthfi

LAMPUNG TIMUR – Suasana tak biasa terlihat di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Rabu (22/4). Tidak ada sekat meja formal, tidak ada pidato berjarak. Yang ada justru model kongkow lesehan antara Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bersama ratusan perwakilan ormas, LSM, organisasi pers, hingga organisasi perempuan se-Lampung Timur.

Namun di balik santai-santai beralas karpet itu, pesan yang disampaikan cukup “pedas” dan menohok birokrasi. Ela menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa dikerjakan hanya oleh bupati dan wakil bupati sambil mengandalkan stempel serta spanduk seremoni semata.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurutnya, Lampung Timur membutuhkan gotong royong nyata dari seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA :  HUT ke-27 Lampung Timur Meledak: Ribuan Warga Tumpah, 1.001 UMKM Disiapkan Jadi Motor Ekonomi

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan kawan-kawan semua. Lampung Timur harus dibangun bersama,” tegas Ela.

Politisi PKB yang dikenal lugas itu juga menyampaikan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas arah pembangunan daerah berjuluk Bumei Tuah Bepadan tersebut.

Bahkan, ia mengaku membuka pintu selebar-lebarnya bagi kritik dan masukan, asalkan bukan kritik model bisik-bisik di warung kopi lalu hilang saat rapat resmi.

“Kita ini hanya beda ruang pengabdian saja,” ujarnya.

Kalimat itu seolah menyindir tradisi lama, rakyat berteriak di luar pagar, pejabat sibuk rapat di dalam ruangan ber-AC. Kini Ela seolah ingin dua dunia itu duduk sejajar bahkan harfiahnya, sama-sama lesehan.

BACA JUGA :  Ratusan Massa Minta PN Kotaagung Batalkan Eksekusi Lahan Warga di Negeri Ngarip

OPD Jangan Pelit Informasi Anggaran

Bagian paling menarik dari dialog itu muncul saat Ela menyinggung soal keterbukaan anggaran. Dengan nada tegas, ia mengingatkan seluruh OPD dan dinas agar tidak alergi transparansi.

“OPD dan dinas harus terbuka soal APBD, biar tidak ada dusta di antara kita,” katanya.

Pernyataan ini langsung mengundang senyum dan tepuk tangan peserta. Sebab publik paham, urusan anggaran sering kali terasa seperti resep rahasia keluarga semua tahu ada, tapi sedikit yang boleh melihat isi dapurnya.

Ela menambahkan, pemerintahan harus menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, prosedur, dan regulasi. Singkatnya, jangan ada proyek yang jalannya zig-zag sementara aturan lurus.

BACA JUGA :  Dinkes Klaim Belum ada Transmisi Lokal, Meski jumlah kasus positif di Lampung Bertambah

Acara dibuka Sekretaris Daerah Rustam Efendi, yang berharap forum seperti ini bisa rutin digelar agar pemerintah tidak hanya mendengar laporan manis di atas kertas, tetapi juga suara asli dari lapangan.

Diskusi dipandu Kepala Badan Kesbangpol Syahrulsyah, serta dihadiri unsur Forkopimda seperti Kasat Intel Polres, Kasi Intel Kejari, dan Pasi Intel Kodim 0429 Lampung Timur.

Ratusan peserta tampak antusias. Banyak yang menyampaikan pertanyaan, kritik, hingga saran. Suasananya cair, tetapi substansinya serius. Tidak sedikit yang berharap forum seperti ini menjadi awal budaya baru: pejabat lebih sering mendengar, masyarakat lebih berani bicara.***