Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

KDM Tantang Satpol PP: Jangan Cuma Gagah Seragam, Harus Punya Nyali Penegak Hukum!

×

KDM Tantang Satpol PP: Jangan Cuma Gagah Seragam, Harus Punya Nyali Penegak Hukum!

Sebarkan artikel ini
Satpol PP dan di bantu unsur TNI/POLRI, Satlinmas, Dishub,Dinas BMSDA dan DLH melakukan penertiban Bangunan Liar di area Kampung 200 sepanjang Jalan Kemakmuran Margajaya Bekasi Selatan, Jumat 9 Mei 2025.- foto doc ist
Foto doc saat Satpol PP dan di bantu unsur TNI/POLRI, Satlinmas, Dishub,Dinas BMSDA dan DLH melakukan penertiban Bangunan Liar di area Kampung 200 sepanjang Jalan Kemakmuran Margajaya Bekasi Selatan, Jumat 9 Mei 2025.- foto doc ist

GARUT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan pesan keras kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar tidak sekadar tampil gagah dengan seragam dan atribut lengkap, tetapi juga memiliki keberanian dalam menegakkan aturan, mengamankan aset negara, dan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gabungan Peringatan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-107, HUT Satpol PP ke-76, dan HUT Satlinmas ke-64 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Alun-Alun Garut, Rabu (24/6/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menegaskan bahwa kualitas Satpol PP sangat ditentukan oleh keberanian kepala daerah sebagai pemimpinnya.

Menurutnya, pasukan penegak perda tidak akan mampu bekerja maksimal apabila pemimpinnya sendiri ragu mengambil keputusan atau enggan berada di garis depan saat menghadapi persoalan.

BACA JUGA :  Kritisi Hasil Rakor Penanganan Banjir, Ketua KP2C Ajak KDM Susur Sungai Cileungsi-Cikeas

“Nyali Satpol PP itu tergantung nyali kepala daerah. Kalau kepala daerah berani, bertanggung jawab, dan selalu berada di barisan paling depan, maka Satpol PP juga akan berani menyelesaikan berbagai persoalan serta menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, indah, dan estetik,” tegas KDM.

Dalam arahannya, KDM juga menyoroti pentingnya reformasi dalam proses rekrutmen personel Satpol PP.

Ia menegaskan bahwa profesi penegak perda membutuhkan integritas, disiplin, dan kesiapan fisik sehingga proses penerimaan harus dilakukan secara profesional, bukan berdasarkan kedekatan, koneksi, atau praktik “jalur belakang”.

Menurutnya, Satpol PP yang lahir dari sistem titipan akan kesulitan menjalankan tugas ketika harus berhadapan dengan pelanggaran hukum maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau ingin Satpol PP profesional, penerimaannya harus seleksi yang benar, bukan sistem titipan,” ujarnya.

Setelah lolos seleksi, personel juga harus menjalani pendidikan dan pelatihan selama beberapa bulan agar memahami tugas pokok, etika pelayanan publik, serta memiliki kesiapan fisik yang memadai.

BACA JUGA :  Lis Darmansyah vs Rahma Bakal Calon Wali Kota Tanjungpinang, Siapa Paling Kaya?

KDM menilai penampilan personel tetap penting karena mencerminkan wibawa institusi.

Namun ia mengingatkan bahwa ketegasan tidak lahir dari seragam yang licin atau sepatu yang mengilap semata.

“Postur tubuh harus baik, seragam rapi, sepatu rapi. Tapi tujuan akhirnya bukan untuk gaya-gayaan. Tujuannya adalah penegakan hukum, pengamanan aset negara, dan pengembalian aset yang dikuasai pihak lain,” katanya.

Pernyataan tersebut seolah menjadi sindiran halus bahwa tugas Satpol PP bukan sekadar terlihat gagah saat apel, tetapi juga harus berani bertindak ketika aturan dilanggar.

Selain Satpol PP, KDM juga memberikan apresiasi kepada petugas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).

Menurutnya, mereka merupakan kelompok yang sering kali hadir pertama kali ketika masyarakat menghadapi musibah, mulai dari kebakaran, banjir, longsor, hingga situasi darurat lainnya.

BACA JUGA :  Stok Hewan Kurban Jabar Melimpah! Sapi dan Domba Naik Tajam, Warga Tinggal Siapkan Mental dan Dompet

Khusus bagi Linmas, KDM meminta masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata keberadaan mereka.

Selama ini, Linmas sering diasosiasikan hanya sebagai petugas pengatur lalu lintas saat hajatan atau tenaga tambahan yang membantu mengangkat kursi dalam acara desa.

Padahal dalam praktiknya, Linmas justru menjadi pihak pertama yang berhadapan dengan berbagai persoalan sosial dan keamanan di tingkat paling bawah.

“Jangan anggap Linmas hanya mengatur hajatan atau lalu lintas. Mereka sering menjadi orang pertama yang menghadapi masalah di desa dengan honor yang sangat kecil,” ujar KDM.

Kisah Linmas 91 Tahun yang Bikin Haru

Momen paling menyentuh dalam apel tersebut terjadi ketika KDM memanggil seorang anggota Linmas bernama Iwan yang telah berusia 91 tahun.

Meski usianya hampir satu abad, Iwan masih aktif mengabdi sebagai anggota Linmas dan tetap menunjukkan kondisi fisik yang cukup prima.