Scroll untuk baca artikel
Lintas Daerah

Kecelakaan Beruntun di Lampu Merah Dawuan: Truk Rem Blong, Jalan Lurus, dan Muatan “Niat Juara”

×

Kecelakaan Beruntun di Lampu Merah Dawuan: Truk Rem Blong, Jalan Lurus, dan Muatan “Niat Juara”

Sebarkan artikel ini
Diduga rem blong, truk muatan berat tabrak belasan kendaraan di depannya, dua orang dilaporkan meninggal di lokasi kejadian, Sabtu (29/11) - foto doc

CIKAMPEK — Sabtu pagi yang mestinya menjadi awal akhir pekan damai berubah menjadi arena karambol maut di lampu merah Dawuan, Cikampek, Jawa Barat. Sekitar pukul 07.45 WIB, sebuah truk melaju dari arah Jomin menuju Bekasi, diduga kehilangan fungsi rem saat kendaraan lain sedang tertib berhenti di lampu merah.

Hasilnya, 13 kendaraan rusak, dua orang meninggal, lima terluka, dan kemacetan yang langsung naik jabatan menjadi “panjang tak berkesudahan”.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kasatlantas Polres Karawang, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan kecelakaan bermula dari dugaan rem blong yang membuat truk menghantam kendaraan di depannya.

BACA JUGA :  PKK Kabupaten/Kota di Jabar Akan Mendapat Stimulus dengan Penanganan Khusus

“Data sementara seperti itu, namun masih kami pastikan kembali,” ujarnya.

Total 6 mobil dan 7 sepeda motor tercatat menjadi korban tabrakan beruntun ini. Para korban langsung dievakuasi ke RS Karya Husada yang berjarak hanya beberapa menit dari lokasi kejadian untungnya dekat, karena jika jauh, judul beritanya bisa lebih panjang lagi.

Sopir truk berinisial T kini diamankan. Polisi memastikan ia dalam kondisi fit, tidak mengantuk, tidak sakit, dan tidak mabuk artinya, masalah bukan pada tubuhnya, tapi pada tonase dan rem yang menyerah sejak awal.

“Kondisinya fit, tidak mengantuk sama sekali,” kata AKP Abdurrohman.

Dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Salah satunya adalah Lilis Suryani, pengendara Honda Vario yang tertabrak dari belakang.

BACA JUGA :  Antrian Mengular Terjadi di Pintu Keluar Tol Merak, Fasilitas Tempat Buang Air Kecil Minim

Sementara seorang anak berusia 3 tahun, Syaddad Faidanu, mengalami luka ringan sebuah keajaiban kecil di tengah tragedi besar. Lima korban lainnya mengalami luka sedang hingga ringan, dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga penyebab kecelakaan berasal dari kelalaian pengemudi saat berpindah lajur dan gagal mengendalikan laju truk wing box.

Tidak berhenti sampai di situ tim olah TKP juga menemukan indikasi masalah pada sistem rem angin serta dugaan pelanggaran muatan. Berdasarkan data kir, truk ini hanya boleh mengangkut 11,5 ton. Fakta lapangan berkata lain, muatan tembus lebih dari 25 ton.

Petugas memastikan kondisi jalan dalam keadaan baik, lurus, dan kering. Cuaca mendukung, jarak pandang jelas, dan tidak ada hambatan dari lingkungan seperti tumpahan oli, pohon tumbang, atau lubang menganga.

BACA JUGA :  Fakta-fakta Laporan Terkait Oknum Anggota Dewan dari Fraksi PDI-P di BK, Diduga Sengaja Ditutupi

Seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Satlantas Polres Karawang juga telah mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa sopir truk. Kasat Lantas AKP Abdurrohman memimpin langsung penanganan di lapangan.

Polisi menyebut penanganan akan dilanjutkan dengan:
• pemeriksaan lanjutan,
• gelar perkara awal,
• serta koordinasi dengan unit terkait.

Kecelakaan ini kembali menegaskan realita kelam di jalan raya: ketika rem blong bertemu muatan berlebihan, yang menjadi korban adalah masyarakat biasa.***