Scroll untuk baca artikel
Head LineZona Bekasi

Diduga Taksi Listrik Mogok di Rel Picu Tabrakan Beruntun KRL dan Argo Bromo Anggrek, Jalur Lumpuh Total

×

Diduga Taksi Listrik Mogok di Rel Picu Tabrakan Beruntun KRL dan Argo Bromo Anggrek, Jalur Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
Gerbong wanita KRL ringsek karena tabrakan kereta dengan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) - foto doc

KOTA BEKASI – Malam mencekam terjadi di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), setelah sebuah taksi listrik VinFast mogok di tengah perlintasan rel dan memicu rangkaian kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL Commuter Line lintas Bekasi serta KA Argo Bromo Anggrek. Insiden ini menyebabkan jalur kereta lumpuh, penumpang panik, dan proses evakuasi besar-besaran.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa bermula saat sebuah taksi listrik tanpa penumpang berhenti mendadak tepat di atas rel kawasan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Saksi mata di lokasi Jack Lee mengatakan, mobil tersebut mogok saat hendak melintas, sementara KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta sudah mendekat.

BACA JUGA :  Revolusi Sampah Dimulai! PSEL Siap Dibangun di Jawa Barat Mulai Juni 2026, Sampah Disulap Jadi Listrik

“Mobilnya mogok waktu mau melintas rel, nggak lama ada KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta,” ujarnya di lokasi.

Diduga sistem kelistrikan kendaraan terkunci sehingga mobil tidak bisa didorong secara manual. Akibatnya, tabrakan dengan kereta tak dapat dihindari.

Benturan keras membuat taksi listrik VinFast terseret hingga sekitar 100 meter dari titik awal kejadian. Beruntung, pengemudi berhasil keluar dari kabin beberapa detik sebelum tabrakan.

“Pengemudi selamat, cuma satu orang di dalam. Mobil terseret sekitar 100 meter,” lanjut Apriani.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kendaraan hancur total. Bodi ringsek, kaca pecah, dan keempat ban terlepas akibat benturan serta tarikan kereta.

Insiden mobil mogok tersebut membuat jalur terganggu dan KRL sempat berhenti di lintasan. Namun situasi berubah menjadi bencana ketika dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi.

BACA JUGA :  Lagi, FKMPB Minta Pj Bupati Bekasi Evaluasi Camat Tarumajaya

Berdasarkan pesan internal yang beredar, petugas sebelumnya telah memberi instruksi agar perjalanan kereta berhati-hati karena ada gangguan di jalur hilir.

Namun nahas, benturan tetap terjadi. Kereta jarak jauh menghantam bagian belakang rangkaian KRL dengan keras.

Dari visual yang beredar luas di media sosial, beberapa gerbong KRL mengalami kerusakan parah, terutama di bagian belakang yang tampak remuk dan ringsek.

Sejumlah penumpang di gerbong terdampak dilaporkan menjadi korban. Hingga kini belum ada data resmi mengenai jumlah korban luka maupun korban jiwa. Bahkan ada penumpang yang dinyatakan meninggal di dalam gerbong.

Petugas gabungan bersama warga langsung melakukan evakuasi penumpang ke area aman. Seluruh penumpang kereta juga disebut sempat diturunkan karena jalur dalam kondisi darurat.

BACA JUGA :  Bos Pasar Jatiasih Mangkir dari Undangan Mediasi dengan Vendor, Pj Wali Kota Bekasi Kecewa

Pihak perusahaan melalui VP Corporate Secretary Karina Amanda menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan di lokasi.

“Petugas saat ini sedang fokus melakukan evakuasi, sehingga belum banyak keterangan yang bisa kami sampaikan,” ujarnya singkat.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras soal bahaya perlintasan sebidang di Indonesia. Satu kendaraan mogok di rel mampu memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan lebih dari satu rangkaian kereta dan mengancam ratusan nyawa.

Hingga berita ini diturunkan, bangkai mobil masih berada di sekitar jalur, proses evakuasi terus berlangsung, dan aparat masih menyelidiki kronologi lengkap kejadian.***