Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Gegara Pertalite Eceran! Rumah Meledak Dilalap Api, Pemilik Alami Luka Bakar 85 Persen, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

×

Gegara Pertalite Eceran! Rumah Meledak Dilalap Api, Pemilik Alami Luka Bakar 85 Persen, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Rumah milik Makmun (58) yang bagian depannya dijadikan warung sembako sekaligus tempat menjual BBM eceran hangus dilalap si jago merah, (foto_nng)

TANGGAMUS – Niat mencari keuntungan dari menjual Pertalite eceran justru berujung petaka. Dalam hitungan detik, api mengamuk, melalap rumah, kios, kendaraan hingga mengirim pemilik rumah ke rumah sakit dengan luka bakar serius.

Peristiwa kebakaran hebat itu terjadi di Dusun Madang Atas, Pekon Kusa, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.20 WIB.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Rumah milik Makmun (58) yang bagian depannya dijadikan warung sembako sekaligus tempat menjual BBM eceran hangus dilalap si jago merah. Sang pemilik mengalami luka bakar hingga 85 persen, sementara istrinya, Sumini (50), mengalami luka bakar sekitar 15 persen saat berusaha menyelamatkan diri.

Kalau ada ungkapan “api kecil jadi kawan”, kasus ini justru membuktikan sebaliknya. Saat bertemu bahan bakar, api tidak mengenal istilah diskon ataupun belas kasihan.

BACA JUGA :  Miris! Swadaya Rakyat di Tengah Pembiaran, Jalan Lingkar Tanggamus Akhirnya Ditambal Warga

Kapolsek Kota Agung AKP Feriyantoni menjelaskan, musibah bermula ketika Makmun sedang memindahkan BBM jenis Pertalite dari tangki mobil pribadinya ke dalam jeriken untuk dijual secara eceran.

Di saat bersamaan, diduga muncul percikan akibat korsleting listrik dari kios yang menyatu dengan rumah.

Percikan kecil itu langsung menyambar uap Pertalite yang sangat mudah terbakar.

Kepanikan membuat bahan bakar tumpah ke lantai sehingga kobaran api semakin sulit dikendalikan. Dalam hitungan detik, tubuh korban ikut tersambar api sebelum kobaran merambat ke seluruh bangunan.

“Istri korban langsung berteriak meminta pertolongan sehingga warga berdatangan membantu sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ujar Feriyantoni.

Api begitu cepat membesar karena di dalam bangunan tersimpan bahan bakar eceran serta tabung gas elpiji.

Akibatnya, bukan hanya rumah yang habis terbakar.

Satu unit mobil, satu sepeda motor, warung sembako, stok BBM eceran, tabung elpiji, hingga seluruh isi rumah ikut menjadi arang.

BACA JUGA :  Inspektorat Tanggamus Siapkan Sanksi Tegas Terkait Ambulans Jadi Jaminan Utang Mekar oleh Kakon Tanjungsari

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

Sementara itu, Makmun mengalami luka bakar sekitar 85 persen, sedangkan Sumini mengalami luka bakar sekitar 15 persen. Keduanya dievakuasi dalam kondisi sadar menuju RSUD Batin Mangunang untuk mendapatkan penanganan intensif.

TNI Turun Tangan, Api Berhasil Dijinakkan dalam 30 Menit

Besarnya kobaran api membuat berbagai unsur bergerak cepat.

Dua unit mobil Damkar Kabupaten Tanggamus diterjunkan bersama satu mobil suplai air.

Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti (PPC) juga mengerahkan satu pleton prajurit lengkap dengan dua unit mobil pemadam kebakaran milik batalyon.

Sekitar 30 personel Koramil Kota Agung, anggota Polsek Kota Agung, petugas Damkar, serta warga bahu-membahu memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah-rumah di sekitar lokasi.

Setelah berjibaku sekitar 30 menit, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB.

BACA JUGA :  Bapenda Tanggamus Benahi Layanan BPHTB, Gandeng Notaris dan PPAT Tingkatkan Kinerja Pajak Daerah

Kepala Penerangan Kodam XXI/Radin Inten, Letkol Inf Ranoviandy Chairul, mengatakan pengerahan prajurit dilakukan sesaat setelah menerima laporan kebakaran.

“Kami langsung mengerahkan satu pleton prajurit beserta dua unit mobil pemadam kebakaran Yonif 945/PPC. Fokus utama kami mempercepat pemadaman agar api tidak meluas dan keselamatan warga tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Ranoviandy, kehadiran TNI dalam peristiwa tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat yang dinilai menjadi faktor utama keberhasilan mencegah api merembet ke permukiman padat penduduk.

Berdasarkan hasil identifikasi awal Polsek Kota Agung, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik yang menyambar Pertalite saat sedang dipindahkan dari tangki mobil ke dalam jeriken.

Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.***