Sebagai langkah lanjutan, intensitas pengamanan dan patroli kawasan akan ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki potensi ancaman kebakaran.
Pemantauan titik api juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali kebakaran.
Langkah ini penting karena pada kawasan dengan kondisi kering dan lahan gambut, pekerjaan pemadaman tidak cukup hanya memastikan api yang terlihat sudah hilang.
Pengamanan kawasan TNWK ke depan juga diarahkan untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal yang dapat mengganggu kelestarian kawasan.
Selain kebakaran hutan dan lahan, petugas harus menghadapi potensi perburuan satwa liar, pembalakan, perambahan kawasan, serta aktivitas ilegal lainnya.
Artinya, menjaga TN Way Kambas bukan pekerjaan musiman yang hanya ramai ketika hutan terbakar.
Patroli harus berlangsung sebelum api muncul, ketika api muncul, dan setelah api berhasil dikendalikan.
Sebab menjaga kawasan konservasi bukan seperti memadamkan lampu setelah acara selesai.
Sekali lengah, kerusakan bisa jauh lebih mahal daripada biaya pencegahannya.
Balai TNWK menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran di Resort Kuala Penet.
Keterlibatan pemerintah daerah, aparat keamanan, mitra kerja, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran dan menjaga kawasan tetap aman.
Zaidi menegaskan koordinasi dan sinergi akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai ancaman terhadap kawasan konservasi.
Di tengah kondisi medan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus, satu hal menjadi sangat jelas:
menyelamatkan TN Way Kambas tidak bisa dilakukan sendirian.***













